Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Sidik Darusulistyo, Chief Operating Officer (COO) PT Krakatau Steel Tbk, menegaskan bahwa industri baja merupakan sektor strategis yang sangat berperan dalam menjaga ketahanan negara. Menurutnya, baja tidak hanya menjadi bahan baku utama bagi sektor infrastruktur, transportasi, dan manufaktur, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Dalam sebuah wawancara, Sidik menyoroti tiga alasan utama mengapa baja harus diprioritaskan:
- Kemandirian produksi: Mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan pasokan dalam negeri terpenuhi.
- Dukungan pembangunan infrastruktur: Proyek‑proyek besar seperti jalan tol, jembatan, dan gedung publik membutuhkan baja berkualitas tinggi.
- Penyerapan tenaga kerja: Industri baja memberikan lapangan kerja langsung dan tidak langsung bagi jutaan rakyat.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi industri baja saat ini meliputi fluktuasi harga bahan baku, kebutuhan akan teknologi ramah lingkungan, serta persaingan global yang ketat. Untuk mengatasi hal tersebut, Krakatau Steel berkomitmen meningkatkan efisiensi produksi, mengadopsi inovasi teknologi, dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga penelitian serta pemerintah.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kebijakan dukungan berupa insentif pajak, fasilitasi investasi, dan program pelatihan tenaga kerja khusus untuk sektor baja. Sidik menilai kebijakan tersebut sudah tepat, namun menekankan perlunya implementasi yang konsisten dan sinergi antar‑pemangku kepentingan.
Ke depan, Krakatau Steel menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 5 juta ton per tahun pada akhir 2027, dengan fokus pada produk baja nilai tinggi yang dapat bersaing di pasar internasional. Sidik optimis bahwa dengan dukungan kebijakan yang kuat dan investasi yang tepat, industri baja akan menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan keamanan nasional Indonesia.