Setapak Langkah – 08 April 2026 | Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok menegaskan komitmen negara tersebut untuk menjaga sikap adil dan objektif dalam menghadapi ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan diplomatik internasional yang menyoroti konflik antara Israel dan Palestina serta ketegangan di wilayah Yaman dan Suriah.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Penolakan terhadap penggunaan kekuatan militer yang dapat menimbulkan korban sipil.
- Pentingnya peran PBB dan badan‑badan internasional lainnya dalam memediasi konflik.
- Dukungan terhadap inisiatif gencatan senjata yang diajukan oleh negara‑negara netral.
- Ajakan kepada semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional.
Selain menekankan posisi netral, China juga menyoroti peranannya dalam membantu rekonstruksi ekonomi dan sosial pasca‑konflik. Beijing menegaskan kesiapan untuk menyediakan bantuan kemanusiaan, termasuk kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan dukungan pemulihan infrastruktur.
Para analis politik menilai bahwa sikap China ini mencerminkan upaya memperluas pengaruh diplomatiknya di Timur Tengah, sekaligus menyeimbangkan kepentingan ekonomi, terutama dalam proyek Belt and Road Initiative yang melibatkan banyak negara di kawasan tersebut.
Dengan menegaskan posisi adil, China berharap dapat menjadi mediator yang dipercaya oleh semua pihak, sekaligus memperkuat citra negara sebagai kekuatan global yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas internasional.