Setapak Langkah – 08 April 2026 | Pemerintah Republik Rakyat China menegaskan pentingnya agar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas situasi di Timur Tengah tidak menjadi dasar bagi aksi militer lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada hari ini, perwakilan China menolak setiap usulan yang dapat memperkuat agresi militer, serta menyerukan penyelesaian sengketa melalui dialog dan diplomasi.
- Menolak penggunaan resolusi sebagai legitimasi intervensi militer.
- Mengajak semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.
- Mendorong upaya gencatan senjata dan penegakan hak asasi manusia.
China menekankan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah sangat penting bagi perdamaian global, dan bahwa langkah-langkah militer hanya akan memperparah penderitaan penduduk sipil.
Negara tersebut juga mengingatkan bahwa sejarah konflik di wilayah tersebut menunjukkan bahwa solusi militer cenderung menimbulkan konsekuensi jangka panjang yang merugikan semua pihak.
Permintaan China ini datang bersamaan dengan sejumlah usulan resolusi yang diajukan oleh anggota lain di DK PBB, yang sebagian mengandung kalimat tegas mengenai penggunaan kekuatan militer terhadap pihak tertentu.
Para pengamat menilai bahwa posisi China mencerminkan kebijakan luar negeri yang mengedepankan prinsip non-intervensi serta upaya menjaga keseimbangan geopolitik di kawasan yang penuh ketegangan.
Jika permintaan China diterima, resolusi DK PBB diharapkan akan menekankan pentingnya penyelesaian damai, penarikan pasukan, serta penegakan hak‑hak dasar bagi semua warga di Timur Tengah.