Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengatur Jalan Nasional (BPJN) menegaskan bahwa proyek pemulihan permanen jalan alternatif Padang‑Bukittinggi via Malalak akan terus dilaksanakan dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan konektivitas antara dua kota utama di Sumatera Barat serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Jalan Malalak sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor dan curah hujan yang tinggi, sehingga menghambat arus barang dan penumpang. Dengan pemulihan permanen, diharapkan durasi perjalanan dapat dipersingkat hingga 30 % dan tingkat kecelakaan menurun signifikan.
Berikut rangkaian tahapan yang telah dan akan dilaksanakan:
- 2023: Penilaian geoteknik dan penyusunan desain akhir.
- Q1‑2024: Pengadaan material dan kontraktor melalui lelang terbuka.
- Q2‑2024: Pelaksanaan pekerjaan tanah, termasuk penimbunan dan penguatan lereng.
- Q3‑2024: Pembangunan lapisan dasar dan permukaan jalan dengan material aspal berkualitas.
- Q4‑2024: Pengujian akhir, penandatanganan serah terima, dan pembukaan kembali jalan bagi publik.
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini tercatat sebesar Rp 1,2 triliun, yang seluruhnya bersumber dari APBN. Rincian anggaran dapat dilihat pada tabel berikut:
| Keterangan | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Studi kelayakan & desain | 150 miliar |
| Pengadaan material | 300 miliar |
| Pekerjaan konstruksi | 650 miliar |
| Pengawasan & kontinjensi | 100 miliar |
Direktur Jenderal Penataan Jalan Nasional, Budi Santoso, menegaskan bahwa pemulihan ini tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata dan agribisnis di sepanjang koridor Malalak. Pemerintah daerah setempat juga berkomitmen memberikan dukungan operasional, termasuk penyediaan tenaga kerja lokal dan koordinasi lalu lintas selama masa konstruksi.
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi wilayah Padang dan Bukittinggi akan mengalami percepatan, khususnya dalam sektor perdagangan, logistik, dan pariwisata. Masyarakat diharapkan dapat menikmati akses jalan yang lebih aman, cepat, dan nyaman.