Setapak Langkah – 08 April 2026 | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meluncurkan inisiatif kolaboratif lintas sektor guna mempercepat penurunan angka kejadian tengkes serta meningkatkan kualitas hidup keluarga di wilayah tersebut.
Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel, yang menekankan pentingnya sinergi antara dinas kesehatan, pendidikan, sosial, serta lembaga swadaya masyarakat untuk menjangkau daerah‑daerah rawan. Tengkes, yang merupakan istilah lokal untuk masalah gizi buruk pada anak balita, masih menjadi tantangan utama dalam upaya pencapaian target Keluarga Berencana (KB) dan peningkatan kesejahteraan.
Berikut langkah‑langkah strategis yang dirumuskan dalam rapat koordinasi:
- Penyiapan pos pelayanan gizi terpadu di puskesmas dan balai desa, sehingga keluarga dapat mengakses layanan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.
- Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan penanganan gizi buruk, termasuk teknik konseling gizi kepada orang tua.
- Penyuluhan gizi melalui program edukasi di sekolah dasar dan lembaga pendidikan non‑formal, dengan materi yang disesuaikan dengan kebiasaan makanan lokal.
- Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam distribusi makanan tambahan berbasis mikronutrien serta program pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga.
- Penguatan data monitoring melalui sistem informasi berbasis digital yang terintegrasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BKKBN.
Target yang ingin dicapai dalam jangka waktu satu tahun meliputi penurunan prevalensi tengkes sebesar 30 % serta peningkatan indeks gizi anak balita di wilayah target menjadi di atas standar nasional. Diharapkan pula tercipta pola asuh yang lebih sadar gizi, dengan partisipasi aktif orang tua dalam program Keluarga Sehat.
Implementasi sinergi ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan layanan KB, mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan generasi muda.