Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan bahwa total belanja negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp 1.365,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan bahwa pemerintah berhasil mempercepat laju pengeluaran publik sesuai dengan target yang ditetapkan.
Berikut rangkuman data belanja negara selama tiga tahun terakhir:
| Tahun | Belanja (Triliun Rupiah) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 1.015,2 | 28,1 |
| 2025 | 1.214,8 | 31,5 |
| 2026 (s/d Mei) | 1.365,4 | 34,4 |
Para analis keuangan menilai bahwa laju pertumbuhan belanja ini dapat meningkatkan permintaan domestik, memperkuat sektor infrastruktur, serta mendukung program-program sosial yang menjadi prioritas pemerintah. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat agar pengeluaran tidak menimbulkan defisit yang berlebihan.
Ke depan, pemerintah berencana untuk menyalurkan sebagian besar anggaran tersebut ke proyek-proyek infrastruktur strategis, pendidikan, dan kesehatan. Diharapkan, alokasi dana yang lebih terfokus dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi dan mendorong pertumbuhan inklusif.