Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan jaminan bahwa pasokan gas domestik akan tetap aman bagi seluruh sektor industri di Indonesia.
Gas alam menjadi sumber energi utama bagi proses produksi di berbagai industri, mulai dari petrokimia, semen, hingga manufaktur barang elektronik. Ketersediaan gas yang stabil sangat berpengaruh pada kontinuitas operasional dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Untuk mengamankan pasokan, Kementerian ESDM telah menyiapkan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Memperkuat jaringan pipa transmisi gas nasional melalui proyek perluasan jalur pipa di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
- Meningkatkan kapasitas penyimpanan gas cair (LNG) di terminal-terminal strategis.
- Menjalin kemitraan jangka panjang dengan produsen gas dalam negeri dan luar negeri.
- Mengoptimalkan regulasi harga gas agar tetap terjangkau bagi industri sekaligus mendukung investasi.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan tidak akan terjadi gangguan pasokan yang dapat menghambat produksi. Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus dipantau secara berkala, serta akan disesuaikan dengan dinamika pasar energi global.
Para pelaku industri menyambut positif jaminan ini, mengingat stabilitas pasokan gas menjadi faktor kunci dalam perencanaan produksi jangka panjang. Keamanan pasokan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan output industri, menurunkan biaya produksi, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.