Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmen kuatnya dalam melestarikan ekosistem laut sebagai bagian penting dari upaya menjamin kelancaran layanan penyeberangan dan logistik antar pulau. Dalam pernyataan resmi, perusahaan menyoroti bahwa kesehatan perairan secara langsung memengaruhi operasional kapal feri, keamanan penumpang, serta efisiensi rantai pasok barang.
Berbagai tantangan lingkungan, seperti pencemaran plastik, degradasi terumbu karang, dan penurunan kualitas air, dapat mengakibatkan penurunan daya apung, kerusakan mesin, serta peningkatan biaya perawatan. Oleh karena itu, ASDP mengintegrasikan program pelestarian laut ke dalam strategi bisnis jangka panjangnya.
Berikut ini beberapa inisiatif utama yang telah diluncurkan ASDP:
- Pengelolaan Sampah di Pelabuhan: Pemasangan tempat sampah terpisah untuk plastik, organik, dan non‑organik di semua terminal feri, serta kerja sama dengan lembaga kebersihan lokal untuk pengumpulan dan daur ulang.
- Program Penanaman Terumbu Karang Buatan: Kolaborasi dengan institusi penelitian kelautan untuk menanam terumbu buatan di zona penyeberangan strategis, yang berfungsi sebagai habitat ikan dan mengurangi erosi pantai.
- Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan: Eksperimen penggunaan bahan bakar berkurang sulfur (low‑sulfur) serta uji coba kapal hybrid pada rute tertentu untuk menurunkan emisi karbon.
- Edukasi Penumpang dan Kru: Kampanye penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut melalui poster, video, dan pelatihan rutin bagi awak kapal.
- Kerja Sama Pemerintah dan LSM: Partisipasi dalam program pemerintah tentang kawasan perlindungan laut (KPL) serta dukungan terhadap proyek konservasi yang diprakarsai LSM.
ASDP berharap langkah‑langkah tersebut tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan feri nasional. Dengan laut yang lebih bersih dan ekosistem yang terjaga, diharapkan frekuensi penumpang dan volume barang yang diangkut dapat tetap stabil, sekaligus menurunkan biaya operasional jangka panjang.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa upaya pelestarian laut oleh perusahaan transportasi laut seperti ASDP mencerminkan tren “ekonomi biru” yang semakin mendapat perhatian. Investasi pada keberlanjutan kini dianggap sebagai faktor kompetitif yang dapat memperkuat posisi pasar dan membuka peluang pendanaan hijau.