Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa hampir sembilan puluh persen sekolah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kekurangan ruang kelas. Dari total 1.200 institusi pendidikan, sebanyak 1.080 sekolah melaporkan tidak memiliki cukup ruang untuk menampung jumlah murid yang ada.
Kekurangan ini berdampak pada kualitas proses belajar mengajar, karena beberapa kelas harus digabungkan atau dijalankan secara bergilir. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menyiapkan paket bantuan berupa pembangunan ruang kelas tambahan.
- Alokasi anggaran: Rp 250 miliar untuk tahun anggaran 2024.
- Target: menambah 1.500 ruang kelas baru di seluruh Kepri dalam kurun waktu dua tahun.
- Prioritas: sekolah dasar dan menengah pertama di daerah terpencil serta wilayah dengan tingkat kepadatan murid tertinggi.
- Metode: kontrak kerja sama dengan penyedia bahan bangunan lokal dan pelibatan tenaga kerja setempat.
Implementasi bantuan akan diawasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Setiap sekolah yang memenuhi kriteria akan menerima dana langsung serta pendampingan teknis dalam proses pembangunan. Diharapkan, setelah fase pertama selesai, tingkat kekurangan ruang kelas dapat turun menjadi 30% atau lebih rendah.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat dan sektor swasta untuk berpartisipasi dalam program donasi fasilitas pendidikan, guna mempercepat realisasi target tersebut.