Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan kembali pentingnya kompetensi dalam proses pemilihan ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tingkat wilayah. Sebanyak 800 calon ketua DPC kini sedang menjalani Uji Kelayakan Kader (UKK) yang dirancang untuk menilai kemampuan teknis, strategis, dan integritas masing‑masing kandidat.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan PKB untuk memperketat rekrutmen pemimpin partai, sekaligus menanggapi kritik bahwa popularitas semata tidak cukup menjadi ukuran kepemimpinan yang efektif. Dalam rapat internal, pimpinan PKB menekankan bahwa pemimpin yang dipilih harus mampu mengelola organisasi, merumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta memiliki visi jangka panjang yang realistis.
Proses UKK meliputi beberapa tahapan penting:
- Uji Pengetahuan Kebijakan: Calon diuji mengenai program partai, regulasi pemilu, dan isu‑isu strategis nasional.
- Simulasi Pengambilan Keputusan: Kandidat diminta menyelesaikan studi kasus yang mencerminkan tantangan nyata di wilayahnya.
- Wawancara Personal: Panel terdiri dari senior partai menilai motivasi, integritas, dan kemampuan komunikasi peserta.
- Penilaian Kepemimpinan Tim: Calon harus memimpin kelompok kecil dalam diskusi untuk menunjukkan kemampuan kolaboratif.
Hasil dari masing‑masing tahapan akan dikompilasi menjadi skor akhir yang menjadi dasar rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Hanya kandidat dengan skor tertinggi yang akan lolos ke tahap selanjutnya, yakni pemungutan suara internal DPC.
Pernyataan resmi PKB menegaskan, “Kami tidak mencari figur populer semata, melainkan pemimpin yang kompeten, berdedikasi, dan mampu menggerakkan perubahan positif bagi anggota serta konstituen partai.” Dengan demikian, proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang lebih profesional dan akuntabel di semua tingkatan partai.