Setapak Langkah – 01 Juli 2026 | Dalam praktik salat, sujud merupakan rukun penting yang menandai kepatuhan seorang Muslim kepada Allah. Selain sujud dalam rakaat salat, ada beberapa bentuk sujud yang dapat dilakukan di luar rangkaian shalat, masing‑masing memiliki keutamaan dan doa khusus. Berikut ulasan lengkap tentang empat jenis sujud yang sering diamalkan, beserta bacaan doa dan waktu pelaksanaannya.
1. Sujud Tilawah (Sujud Membaca Quran)
Sujud Tilawah dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat Al‑Qur’an yang memerintahkan sujud (ayat sujud). Setelah mengucapkan ayat tersebut, seorang Muslim diperbolehkan menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan.
- Kapan dilakukan: Segera setelah membaca atau mendengar ayat sujud, kapan saja selama tidak berada pada waktu terlarang (waktu matahari terbit, tengah hari, dan terbenam).
- Doa yang dianjurkan: Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuk.
2. Sujud Syukur
Sujud ini merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat yang diterima, seperti kelahiran anak, kelulusan, atau kabar baik lainnya.
- Kapan dilakukan: Segera setelah memperoleh kabar baik atau menyadari nikmat yang diberikan Allah, dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu terlarang.
- Doa yang dianjurkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa shukrun lillahi ‘ala ni’mati wa rahmatihi.
3. Sujud Hajat
Sujud Hajat dipraktekkan ketika seseorang memiliki kebutuhan khusus atau mengharapkan pertolongan Allah dalam urusan pribadi, seperti memohon pekerjaan, kesembuhan, atau kelancaran urusan.
- Kapan dilakukan: Dapat dilakukan kapan saja, terutama pada waktu sepertiga malam atau setelah shalat wajib, selama tidak berada pada waktu terlarang.
- Doa yang dianjurkan: Allahumma inni as’aluka bi‑imanika wa bi‑rahmatika an tughayyi li hajatī wa tahdiyyī sabīli.
4. Sujud Taqdir (Sujud Takdir)
Sujud Taqdir dilakukan ketika seorang Muslim menerima kabar baik atau buruk yang tak terduga, misalnya mendapatkan keputusan penting, atau menyaksikan sesuatu yang mengingatkan akan kebesaran Allah.
- Kapan dilakukan: Segera setelah menerima berita atau peristiwa yang menimbulkan rasa takdir, dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu terlarang.
- Doa yang dianjurkan: Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuk.
Catatan penting: Semua bentuk sujud di luar shalat harus dilakukan dengan niat ikhlas, menghadap kiblat, dan menutup aurat sesuai syariat. Hindari melakukannya pada waktu terlarang, yaitu saat matahari terbit, berada di tengah hari (ketika matahari berada tepat di atas kepala), dan saat matahari terbenam.
Dengan memahami jenis‑jenis sujad ini, umat Islam dapat menambah kedekatan spiritual dengan Allah serta memanfaatkan kesempatan untuk berdoa secara lebih khusyuk.