Setapak Langkah – 07 April 2026 | Selama musim mudik Lebaran, Kementerian Agama Republik Indonesia mengaktifkan program Layanan Masjid Ramah Pemudik yang mencakup hampir tujuh ribu masjid di seluruh pelosok tanah air. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi lebih dari tiga setengah juta orang yang melakukan perjalanan pulang kampung.
Semua masjid yang tergabung dalam jaringan tersebut berada dalam status siaga mulai dari hari ke-9 sebelum Hari Raya Idul Fitri (H‑9) hingga hari ke‑7 setelahnya (H+7). Pada periode tersebut, masing‑masing masjid menyediakan fasilitas khusus bagi para pemudik, antara lain:
- Tempat istirahat dan area bersantai yang bersih serta terlindungi.
- Air minum, makanan ringan, dan kotak P3K untuk kebutuhan darurat.
- Ruang sholat tambahan dengan petugas yang membantu mengatur antrian.
- Informasi jadwal transportasi dan petunjuk arah bagi pemudik yang membutuhkan.
- Tim relawan yang siap memberikan bantuan medis ringan dan pertolongan pertama.
Berikut rangkaian waktu pelaksanaan layanan Masjid Ramah Pemudik:
| Periode | Keterangan |
|---|---|
| H‑9 hingga H‑1 | Persiapan fasilitas, perekrutan relawan, dan sosialisasi kepada masyarakat. |
| H‑0 (Hari Idul Fitri) | Pelayanan penuh di semua masjid, termasuk penyediaan makanan sahur dan berbuka bagi pemudik yang tiba malam. |
| H+1 hingga H+7 | Penutupan layanan secara bertahap sambil tetap menyediakan bantuan darurat bila diperlukan. |
Dengan adanya jaringan 6.859 masjid yang berpartisipasi, pemerintah berharap dapat mengurangi beban fasilitas umum di stasiun, terminal, dan bandara, sekaligus menurunkan risiko kecelakaan serta penyebaran penyakit. Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antar lembaga agama, aparat keamanan, dan relawan masyarakat dalam menciptakan mudik yang lebih tertib dan nyaman.