Museum Tsunami Aceh, Mengenang Bencana Alam Terbesar Indonesia

Museum Tsunami Aceh

Siapa yang tidak tau peristiwa mengerikan pada tahun 2004 yang berhasil menggemparkan dunia. Pada tahun tersebut, terjadi bencana besar yang menimpa pantai barat Sumatera tepatnya di Aceh. Aceh ini mengalami gempa bumi dengan skala besar yakni 9,1 hingga 9,3 disusul dengan peristiwa tsunami yang menewaskan ribuan jiwa.

Peristiwa ini sangat menggemparkan dunia khususnya Indonesia. Oleh karena itu, peristiwa tersebut dikenang dalam sebuah tempat bernama Museum Tsunami Aceh. Alih-alih melakukan liburan ke berbagai tempat menyenangkan di Aceh, beberapa wisatawan justru bertujuan datang ke Aceh untuk mampir ke Museum Tsunami.

Hal tersebut lantaran Museum Tsunami ini terbilang cukup unik degan kenangan peristiwa tersebut juga menjadi salah satu bencana alam terbesar yang ada di Indonesia.

Sejarah Singkat Museum Tsunami Aceh

Tujuan didirikannya Museum Tsunami ini guna memperingati kejadian bersejarah di Indonesia. Bangunan Museum Tsunami Aceh ini dirancang oleh Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil.

Saat itu, Ridwan Kamil berhasil memenangkan sayembara internasional dengan mengambil konsep peringatan tsunami Aceh 2004. Museum Tsunami ini memanfaatkan bangunan khas Aceh dengan ciri khas rumah panggungnya.

Museum Tsunami ini diresmikan pada bulan Februari 2008. Namun museum tersebut baru di buka secara umum pada tanggal 8 Mei 2011. Sejak hari pembukaannya hingga saat ini, Museum Tsunami Aceh tidak pernah sepi pengunjung.

Kebanyakan wisatawan yang datang ke sana merupakan wisatawan luar pulau Sumatera. Namun ada juga beberapa wisatawan Aceh yang tidak mau ketinggalan untuk meramaikan museum tersebut.

Daya Tarik Museum Tsunami Aceh

2020 02 26 1
Foto via Googlemaps/Richo imawan

Salah satu hal yang cukup menarik perhatian dari Museum Tsunami ini terletak pada desain rumah tradisional Acehnya. Ketika sampai di Museum Tsunami Aceh, wisatawan akan menemukan lantai dasar berupa ruang terbuka.

Biasanya lantai dasar ini digunakan untuk ruang publik seperti tempat kumpul, area istirahat, dan lainnya. Dibuat terbuka lantaran berguna untuk memberi jarak aman terhadap datangnya gelombang tsunami.

Di bagian luar Museum Tsunami ini wisatawan akan menemukan motif yang diadaptasi dari Tari Saman. Tari Saman sendiri dijadikan sebagai simbol kedisiplinan, kekuatan, dan kepercayaan religius masyarakat Aceh.

Di Museum Tsunami Aceh juga wisatawan akan menemukan sebuah lorong vertikal menjulang layaknya sebuah cerobong. Lalu kita juga akan menemukan ruangan yang dinamakan The Light of God. Ruangan tersebut berisi deretan nama-nama korban tsunami.

Ada beberapa koleksi yang bisa kita temukan di Museum Tsunami Aceh seperti koleksi arkeologika, koleksi teknologika, koleksi etnografika, koleksi biologika, koleksi seni rupa, koleksi historika, koleksi filologika, dan masih banyak lagi.

20171026 103207 1
Foto via Googlemaps/Ad0a0m Smithy

Koleksi-koleksi tersebut tidak dipamerkan secara bersamaan. Biasanya pengelola merotasi pameran tersebut selama enam bulan sekali. Selain menambah edukasi, wisatawan juga bisa berburu spot foto menarik di Museum Tsunami ini. Tidak heran, setiap sudut Museum Tsunami mulai beredar di media sosial khususnya Instagram.

Di sekitar sana juga wisatawan bisa menemukan aneka jenis makanan khas Aceh yang wajib dicoba. Beberapa diantaranya seperti kuah pilek u, sie reuboh, asam keueng, eungkot paya, dan lainnya. Untuk harganya pun sangat murah yakni dibanderol mulai dari Rp8.000.

Harga Tiket Masuk Museum Tsunami Aceh

Seperti halnya museum pada umumnya, ketika masuk ke Museum Tsunami Aceh juga wisatawan akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang untuk anak-anak, Rp 5.000 per orang untuk dewasa, dan Rp 15.000 per orang untuk wisatawan asing.

Wisatawan yang membawa kendaraan pribadi juga akan dikenakan biaya tambahan mulai dari Rp 2.000 setiap kendaraan. Harga tiket masuk Museum Tsunami ini sangat murah dibanding dengan museum-museum lainnya.

Lokasi dan Jam Buka Museum Tsunami Aceh

Untuk mampir ke Museum Tsunami Aceh ini kita bisa datang ke Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116. Google Maps.

Jika wisatawan datang dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, wisatawan bisa melalui Jalan Tengku Abu Lam U menuju Jalan Sultan Iskandar Muda. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit perjalanan dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Museum Tsunami ini beroperasi setiap hari Sabtu sampai Kamis dengan durasi waktu operasional mulai dari pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 16:00 WIB. Dengan durasinya yang panjang, wisatawan bisa leluasa menghabiskan liburannya di sana.

Wisatawan juga bisa reservasi lebih dulu jika ingin mengunjungi Museum Tsunami Aceh dengan jumlah kunjungan yang banyak. Untuk reservasi kita bisa menghubungi nomor (0651) 40774.

Penginapan Terdekat

Wisatawan dari luar Aceh tentunya perlu melakukan penginapan. Ada salah satu tempat penginapan terdekat dari Museum Tsunami Aceh yang bisa kita kunjungi. Penginapan tersebut bernama Hotel Amel Convention Hall yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh 23233.

Jaraknya dari lokasi Museum Tsunami Aceh sekitar 4 menit perjalanan. Untuk tarif penginapan di museum tersebut dibanderol mulai dari Rp 372.000 hingga Rp 828.000 per malam sesuai dengan paket penginapan yang kita inginkan.

Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Marlina Septiana Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments