Monumen Pancasila Sakti, Mengenang Kejadian G30S PKI

Monumen Pancasila Sakti

Sejarah tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Untuk itu, sejarah selalu diabadikan dalam sebuah tempat yang dinamakan museum. Seperti yang kita tau, banyak museum yang bisa kita temukan di Ibukota salah satunya Museum Pancasila Sakti atau lebih dikenal dengan nama Monumen Pancasila Sakti.

Monumen Pancasila Sakti ini tidak kalah populer dari museum lainnya yang ada di Ibukota seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang Jakarta, maupun Museum Tekstil. Monumen Pancasila Sakti ini cukup berpengaruh besar dalam tatanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Mungkin wisatawan sudah tidak asing lagi dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 atau lebih dikenal dengan nama G30S PKI. Di Monumen Pancasila Sakti ini wisatawan akan dibawa langsung pada kejadian sesungguhnya dari peristiwa tersebut.

Wisatawan akan dibuat begidik ngeri. Meskipun begitu, saat di Jakarta wisatawan sangat dianjurkan untuk datang ke sana guna menambah wawasan dan kecintaan terhadap para pahlawan Indonesia yang gugur.

Sejarah Singkat Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti ini didirikan pada tahun 1973. Tujuan didirikannya guna bentuk hormat kepada 7 perwira militer yang telah gugur dalam peristiwa G30 SPKI.

Ketujuh perwira tersebut bisa kita kenal lebih dalam yakni Jenderal Suprapto, Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Panjaitan, Jenderal S. Parman, Jenderal Sutoyo, Jenderal MT. Haryono, dan Lettu Pierre Tendean.

Monumen Pancasila Sakti ini diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1973 bertepatan dengan hari lahirnya peringan Kesaktian Pancasila. Peresmiannya di tandatangani langsung oleh Presiden Soeharto.

Monumen ini dijadikan sebagai bukti untuk mengenang perwira serta peristiwa G30 SPKI. Bangunan tersebut memiliki desain layaknya bangunan Belanda. Bahkan, dari depan bangunannya saja kita sudah dapat merasakan sensasi menakutkan.

Review Monumen Pancasila Sakti

Lalu apa saja yang akan kita temukan di dalam Monumen Pancasila Sakti tersebut?

Sesampainya di pintu masuk utama Monumen Pancasila Sakti, wisatawan akan disambut oleh 7 patung yang merupakan sosok dari ketujuh perwira yang sebelumnya telah disebutkan. Patung tersebut memiliki ketinggian 17 meter yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Wisata Menarik Lainnya :  Museum De Tjolomadoe, Daya Tarik Wisata Bersejarah Bekas Pabrik Gula Terbesar

Tepat di bawa patung tersebut, wisatawan akan melihat relief mengenai kejadian peristiwa G30S PKI. Relief tersebut disertai dengan tulisan “Waspada Dan Mawas Diri Agar Peristiwa Sematjam Ini Tidak Terulang Lagi”.

Ungkapan tersebut cukup membuat wisatawan bergidik ngeri. Lalu sejauh 45 meter dari lokasi patung, wisatawan bisa melihat Sumur Maut. Sumur Maut ini memiliki kedalaman hingga 12 meter dengan diameter 75 cm.

Sumur tersebut disertai dengan plakat bertuliskan “Tjitatjita & perjuangan kami menegakkan kemurnian pantja-sila tidak mungkin dipatahkan hanja dengan mengubur kami di sumur ini”.

Wisatawan bisa mengabadikan momennya di area patung 7 perwira, Sumur Tua, maupun di patung-patung pahlawan lainnya yang ada di sana. Setelah itu, wisatawan bisa masuk ke sebuah bangunan tua bergaya Belanda.

20211024 105717
Foto via Googlemaps/Bunga Sari Fajri

Bangunan ini dijadikan sebagai museum dan pendopo yang menyimpan tragedi G30S PKI secara apik. Di museum tersebut wisatawan akan melihat mobil antik milik para perwira, senjata, tulisan tangan para perwira, dan masih banyak lagi.

Di sana juga terdapat ruang teater di mana wisatawan bisa menyaksikan secara langsung film dokumentasi peristiwa G30S PKI. Hanya saja, film tersebut hanya bisa dinikmati pada bulan September saja.

Setelah dirasa cukup berkeliling Monumen Pancasila Sakti, wisatawan bisa mampir ke beberapa resto yang tidak jauh dari sana. Resto tersebut menyediakan berbagai menu hidangan seperti soto Betawi, kerak telor, nasi goreng, bakso, dan masih banyak lagi.

Untuk harga menu makanan di resto tersebut ditaksir mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 40.000.

Harga Tiket Masuk Monumen Pancasila Sakti

Seperti museum lain pada umumnya, harga tiket masuk Monumen Pancasila Sakti ini memiliki tarif yang terjangkau yakni sebesar Rp 10.000 per orang.

Wisatawan yang membawa kendaraan pribadi akan dikenakan tarif tambahan yang ditaksir mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 10.000.

Wisatawan yang melakukan pembelian tiket dalam jumlah banyak akan mendapatkan potongan harga.

Lokasi Monumen Pancasila Sakti

Bagi wisatawan Ibukota dan sekitarnya mungkin sudah tidak asing lagi dengan Monumen Pancasila Sakti, tempat ini berada di Jalan Raya Pd. Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Map klik disini.

Wisata Menarik Lainnya :  Batu Love Garden, Wisata Edukasi di Taman Bunga

Lokasinya tidak jauh dari Taman Mini Indonesia Indah. Jika dari Bogor wisatawan bisa menaiki KRL atau menaiki kendaraan pribadi melalui Jalan Tol Jagorawi ke arah Jalan Raya Pd. Gede yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 10 menit perjalanan dari pusat Kota Bogor.

Monumen Pancasila Sakti ini beroperasi setiap hari Senin sampai Sabtu. Durasi waktu operasionalnya mulai dari pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 21:00 WIB. Wisatawan bisa mengatur waktunya untuk liburan sekaligus edukasi di Monumen Pancasila Sakti tersebut.

Penginapan Terdekat

Untuk menemukan tempat penginapan di Ibukota terbilang sangat mudah. Apalagi Monumen Pancasila Sakti ini terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

Salah satu penginapan yang bisa kita kunjungi di sana yakni Ibis Styles Bekasi Jatibening yang berlokasi di Jalan Caman Raya No.21, RT.008/RW.001, Jatibening, Kecamatan Pd. Gede, Kota Bks, Jawa Barat 17412.

Jarak tempuhnya sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan. Mengenai tarif penginapannya ditaksir mulai dari Rp 928.000 per malam sesuai dengan jenis penginapan yang kita inginkan.

Wisatawan bisa mengajak keluarga berlibur di Monumen Pancasila Sakti untuk menambah wawasan serta kecintaan terhadap para pahlawan yang gugur.

Rate this post
Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.