Kampung Tematik Mulyaharja, Wana Wisata Edukasi Instagramable

Kampung Tematik Mulyaharja

Kampung Tematik Mulyaharja, Bogor atau yang biasa dikenal Agro Eduwisata Organik Mulyaharja merupakan Desa Wisata dengan keindahan alam yang luar biasa serta Instagramable.

Jalan-jalan ke persawahan adalah salah satu bentuk mencintai alam dan kontribusi dalam menciptakan hasil alam yang bermanfaat. Apalagi Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah terbaik. Sehingga kita perlu belajar banyak seputar alam dan merawat kekayaannya.

Di beberapa daerah yang ada di Indonesia, Bogor merupakan salah satu kawasan hijau. Di Bogor, selain pesona alamnya yang akan membuat para wisatawan terpesona, deretan tempat wisatanya juga cukup menarik. Ada berbagai tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Bogor, kita juga akan menemukan wisata alam dibalut dengan edukasi.

Review Kampung Tematik Mulyaharja

Pada 2017, kondisi ekonomi di Mulyaharja paling lemah di Kota Bogor. Maka dari itu, pemuda karang taruna berinsiatif mengangkat agro. Mereka memiliki lahan persawahan yang luas. Selain lahan, penduduk Kampung Mulyaharja juga bermata pencaharian sebagai petani. Mereka memiliki beberapa sumber daya manusia yang handal dalam bertani.

Dari sana maka muncullah sebuah ide untuk menjadikan kampung mereka dilirik oleh para orang-orang. Bukan hanya untuk bertani, lahan mereka juga sangat instagramable sehingga tak heran banyak orang berkunjung ke tempat ini.

Pada akhir tahun 2020 Kompepar Mulyaharja diberikan dana hibah sebesar Rp. 2,8 miliar dari Pemerintah Kota Bogor untuk lebih memantapkan wisata di sana. Sejumlah fasilitas yang bisa kita temukan di sana mulai dari spot foto, saung untuk bersantai, kafe dan kios UMKM serta sarana edukasi seperti kandang domba, pembuatan biogas dari kotoran sapi, sampai kolam lele.

2021 07 18 1
Foto via Googlemaps/Rizki Ekananda

Dan pada 2021 mereke memiliki rencana untuk menambahkan beberapa spot wisata, pembangunan jembatan, penambahan tempat makan, dan akses yang menghubungkan edukasi wisata, Saung Eling, dan Mulyaharja Pass.

Untuk menikmati wisata di Kampung Tematik Mulyaharja, kita hanya akan dikenakan tarif sebesar Rp 10.000. Jika kita ingin melakukan kegiatan bertani, kita akan dikenakan tarif sebesar Rp 50.000 per orang sudah termasuk bibit, perlengkapan bertani dan juga 7 orang pemandu dari warga lokal dan instruktur dari Dinas Pertanian.

Wisata Menarik Lainnya :  Museum Seni Agung Rai, Museum Seni Yang Selalu Eksis Di Bali

Selain bertani yang bisa menguras tenaga, di sana juga kita bisa kulineran. Ada berbagai hidangan Nusantara yang bisa kita temukan di sana. Salah satu menu andalannya yaitu nasi liwet. Menikmati nasi liwet di tengah pemandangan sawah tentu saja mampu meningkatkan selera makan.

Nasi liwet ini terbagi menjadi beberapa paket diantaranya, ada Paket Agro 1 terdiri dari nasi liwet, ayam goreng, tumis jantung pisang, ikan asin, tahu atau tempe, sambal dan lalapan. Dan satu lagi, mereka menyediakan Paket Agro Komplit Nampol yang terdiri dari nasi liwet, ayam, jengkol balado atau semur, ikan asin, sambal, lalapan, tumisan seperti kangkung atau genjer, urap, kikil, kerupuk, dan buah.

Harga paket untuk porsi 10 orang berada pada kisaran harga Rp 300.000 – Rp 400.000. sedangkan untuk individual sekitar Rp 40.000 – Rp 50.000.

2021 06 02 1
Foto via Googlemaps/Mila Feranita

Menu lainnya yang ada di Kampung Tematik Mulyaharja yaitu ayam bakar, gurame asam manis, sop iga, nasi goreng, karedok, dan masih banyak lagi.

Lokasi Kampung Tematik Mulyaharja

Lokasi Kampung Tematik Mulyaharja terletak di Mulyaharja RT 05 / RW 01, Bogor, Jawa Barat. Untuk liburan ke sana, wisatawan yang berasal dari pusat Kota Bogor berjarak 10,3 km atau bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan roda empat. Map klik disini.

Tempat ini dinilai memiliki jangka waktu operasional yang cukup panjang yaitu mulai pukul 07:00 WIB – 17:00 WIB. Biasanya para wisatawan datang di pagi hari karena udara persawahannya yang sejuk dan pemandangannya yang asri. Terlebih, di pagi hari semangatnya masih membara untuk bercocok tanam.

Di indonesia, antara tahun 1997 sampai dengan tahun 2007 jumlah tenaga kerja di bidang pertanian turun dan merupakan sebuah kecenderungan yang akan berlanjut. Untuk itu, penduduk Kampung Tematik ingin masyarakat ingin memberikan edukasi mengenai pertanian.

Tujuannya semata-mata karena ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Sebab, bertani adalah kegiatan memanfaatkan sember daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Wisata Menarik Lainnya :  Amaryllis Boutique Resort, Staycation Asik Bareng Doi di Bogor

Akomodasi

Di Kampung Tematik Mulyaharja ini, wisatawan bisa melakukan penginapan dengan dua konsep yaitu secara camping ground di area persawahan maupun dalam bentuk kamar di sebuah rumah yang didominasi oleh bangunan kayu. Tarif penginapan di sana cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 325.000 per malam.

Jadi bagi para wisatawan, berkunjung ke Kampung Tematik Mulyaharja menjadi sebuah keharusan. Sebab dari sana kita bisa belajar mencintai alam dan menghargainya.

Rate this post
Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
Avatar for Erisa Vindia
Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.