De Djawatan Banyuwangi, Serunya Liburan Ala Fargon Forest

De Djawatan Banyuwangi

Ingat Hutan Fangorn yang sangat terkenal dalam film Lord of The Rings? Di Banyuwangi, ada hutan yang memiliki pemandangan hampir serupa, dan namanya adalah Hutan Djawatan. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata Banyuwangi yang sangat menarik perhatian dengan keindahannya yang luar biasa.

Tidak mengherankan jika kemudian De Djawatan sering menjadi pilihan bagi para wisatawan yang ingin mengeksplorasi potensi wisata di Banyuwangi. Ingin tahu lebih banyak tentang kecantikan hutan yang sering dianggap mirip dengan Fargon Forest di Lord of The Rings ini? Mari kita simak ulasan berikut.

Berkenalan dengan De Djawatan

De djawatan forest near banyunwangi It feels like walking around in a set from a fantasy movie.dedjawatan indinesia bayunwangi visitingindonesia
Instagram.com/eliotparke

De Djawatan merupakan versi mini dari hutan Banyuwangi dengan luas mencapai 4 hektar. Wisata yang satu ini diketahui menyimpan koleksi Pohon Trembesi yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Pohon Trembesi, yang memiliki bentuk mirip payung atau kanopi yang melebar, menciptakan suasana yang unik di dalam hutan.

Dalam area hutan ini sendiri terdapat sekitar 805 Pohon Trembesi dengan ukuran yang sangat besar. Hampir seluruh batang Pohon Trembesi ini ditutupi oleh tanaman benalu dan pakis, memberikan kesan magis pada pohon-pohon tersebut.

Berbeda dari hutan lindung pada umumnya yang memiliki jenis pohon yang banyak, hutan ini hanya memiliki satu jenis pohon saja yaitu trembesi. Meskipun begitu hutan ini tergolong terawar dan indah. Hal ini karena sejak tahun 2017, Perhutani Banyuwangi Selatan telah mengelola hutan ini dengan penuh dengan perhatian.

Sejak menjadi viral beberapa waktu lalu, kawasan hutan ini kini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Apalagi jika weekend tiba pengunjung yang datang bisa dua kali lebih banyak dibanding hari biasa

Daya Tarik De Djawatan

408840622 649496123786434 1287527000242371432 n
Instagram.com/malaika_cana

Daya tarik utama yang dimiliki oleh wisata hutan De Djawatan terletak pada pesona ajaib dari pepohonannya. Salah satu yang menarik perhatian adalah ratusan pohon trembesi yang berukuran besar.

Beberapa di antaranya bahkan telah mencapai usia lebih dari seratus tahun. Pohon trembesi, atau sering disebut sebagai pohon hujan, adalah jenis pohon yang memiliki pertumbuhan yang cepat. Dengan bentuknya yang menyerupai payung atau kanopi yang melebar, pohon ini menciptakan daya tarik tersendiri.

Keunikan lainnya adalah rumput-rumput di bawah pohon ini cenderung memiliki warna hijau yang lebih intens dibandingkan dengan rumput di sekitarnya. Warna hijau tersebut membuat pemandangan jadi lebih indah dan asri.

Kegiatan yang Wajib dicoba Saat Liburan ke De Djawatan

Menikmati pesona dan keindahan dari wisata De Djawatan memang menjadi kegiatan yang asik. Namun selain itu kamu juga perlu mencoba kegiatan lain yang ditawarkan oleh tempat wisata ini. Beberapa diantaranya adalah:

Jalan Santai Mengelilingi Hutan

b 1
Instagram.com/yzannisa

Di hutan wisata ini, pengunjung dapat menikmati kegiatan berjalan santai mengikuti jalur setapak yang melingkari area hutan. Selain itu, mereka juga bisa duduk-duduk atau berpiknik, menikmati udara segar dan keindahan alam sekitar. Untuk merasakan ketenangan hutan, disarankan untuk mengunjungi pada hari biasa dan menghindari periode liburan yang ramai.

Penting untuk diketahui bahwa jumlah pengunjung dapat mencapai lebih dari seribu orang selama liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara pada hari Senin hingga Jumat, diperkirakan hanya ada sekitar 300-400 pengunjung. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung juga masih di bawah 1000 orang.

Naik Delman, Main ATV dan Wisata Kuliner

d 1
Instagram.com/dekfebii_

Selain jalan santai mengelilingi hutan dan merasakan atmosfer hutan, para pengunjung memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai fasilitas wisata yang disediakan. Beberapa di antaranya mencakup pengalaman menaiki delman wisata dengan biaya sekitar Rp30.000 untuk menjelajahi keindahan hutan, atau mengambil bagian dalam kegiatan menunggang kuda.

Selain itu, tersedia juga layanan persewaan ATV dan motocross khusus untuk anak-anak. Pada waktu-waktu tertentu, pengelola juga mengadakan konser musik kecil untuk memberikan hiburan bagi para pengunjung.

Selama berada di dalam hutan, wisatawan juga dapat memanjakan lidah dengan menjelajahi beberapa lapak kuliner khas Banyuwangi yang terletak di sebelah timur. Warung-warung tersebut banyak dioperasikan oleh warga asli Benculuk.

Selain itu, ada juga cafe yang memiliki desain modern. Jika kamu ingin mampir ke café ini maka penting untuk diingat bahwa pengunjung tidak diizinkan membawa makanan dari luar ke dalam cafe tersebut.

Berfoto dengan Latar Belakang Hutan yang Mempesona

a 1
Instagram.com/yzannisa

Hutan ini juga menjadi destinasi wisata yang sangat cocok untuk diabadikan dalam foto-foto Instagram. Berpose di tengah hutan akan memberikan kesan yang mempesona seperti berada dalam dunia dongeng. Tidak hanya itu, selain berfoto dengan latar belakang pepohonan yang indah, pihak pengelola juga menyediakan beberapa spot menarik untuk berfoto.

Beberapa di antaranya termasuk spot foto di atas truk bekas dan di depan rumah pohon. Spot foto rumah pohon menjadi favorit pengunjung, seringkali menyebabkan adanya antrian di lokasi tersebut. Tidak hanya untuk swafoto atau foto bersama keluarga,

Hutan De Djawatan juga terkenal sebagai tempat pemotretan pra-nikah. Banyak pasangan yang memilih lokasi ini untuk mendapatkan hasil foto dengan tema alam yang unik. Untuk mendapatkan foto terbaik, disarankan datang pada pagi hari agar bisa menangkap keindahan golden hour atau pada sore hari untuk menikmati sinar merah yang memukau.

Alamat dan Rute Menuju De Djawatan

Lokasi De Djawatan terletak di Daerah Purwosari, Benculuk, Cluring, Banyuwangi. Rute menuju destinasi wisata ini relatif mudah dijangkau. Dari Kota Banyuwangi kamu dapat mengikuti jalan utama Banyuwangi-Jember.

Setelah mencapai Rogojampi, ada pertigaan, dan ambil jalan utama ke arah Selatan. Perjalanan akan melintasi Kecamatan Srono hingga mencapai pasar dan pertigaan Desa Benculuk. Di pertigaan tersebut terdapat Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk yang besar. Di sebelah Utara masjid, terdapat pintu masuk ke hutan ini.

Bagi yang menggunakan transportasi umum, bisa turun di Stasiun Banyuwangi Baru, lalu menuju Terminal Karangente dengan menggunakan angkutan umum. Selanjutnya, naik bus ke arah Jember atau Surabaya, dan turun di pertigaan lampu merah Benculuk. Dari sana, cukup berjalan sejauh 1 km menuju lokasi ini.

Harga Tiket Masuk ke De Djawatan

Tiket masuk ke De Djawatan Banyuwangi tergolong sangat terjangkau. Harga tiket masuk tersebut belum mencakup biaya parkir kendaraan, yang harus dikeluarkan oleh pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

Berikut adalah daftar harga tiket masuk untuk ke wisata ini, termasuk biaya parkir kendaraan yang paling terkini:

– Tiket Masuk: Rp6.000,00 per orang
– Parkir Sepeda Motor: Rp2.000,00 per sepeda motor
– Parkir Mobil: Rp5.000,00 per mobil

Harap diingat bahwa mungkin ada biaya tambahan jika kamu mampir ke warung makan yang tersedia di dalam hutan yang dikelola oleh Perhutani. Di dalam kawasan hutan ini, terdapat fasilitas warung sederhana yang menyajikan beragam menu, termasuk hidangan khas Banyuwangi. Hal ini tentu menarik, terutama karena sebagian besar wisatawan yang berkunjung berasal dari luar Banyuwangi.

Jam Operasional De Djawatan

Hutan De Djawatan buka setiap hari, termasuk hari libur nasional, dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Untuk suasana yang lebih tenang dan menikmati keindahan sinar matahari di antara cabang-cabang Pohon Trembesi, disarankan datang pada pagi hari.

Pada waktu tersebut, suasana akan lebih sepi karena belum banyak pengunjung yang datang. Namun, perlu diingat bahwa saat akhir pekan atau musim liburan, jumlah wisatawan yang berkunjung bisa mencapai seribu orang atau lebih.

Fasilitas yang Ada di De Djawatan

Fasilitas yang ada di tempat wisata ini tentunya sudah lengkap. Berikut adalah berbagai fasilitas yang telah disediakan untuk meningkatkan kenyamanan para pengunjung di tempat wisata ini:

1. Area toilet umum
2. Mushola
3. Jembatan kayu
4. Gapura batu
5. Spot foto menarik
6. Pusat informasi dan penjualan tiket
7. Warung makan
8. Tempat parkir kendaraan
9. Gardu pandang untuk mendapatkan spot foto yang indah
10. Layanan penyewaan ATV
11. Layanan penyewaan motorcross anak
12. Layanan penyewaan delman
13. Layanan sewa kuda

Nikmatilah liburan akhir pekanmu dengan membawa keluarga atau teman-teman tersayang untuk menikmati petualangan seru di tengah keindahan hutan yang hijau ini.

Tips Liburan ke De Djawatan

Pada hari libur atau akhir pekan, De Djawatan Banyuwangi seringkali menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Agar liburanmu tetap nyaman ikuti tips dibawah ini:

1. Menjaga Kebersihan

Menikmati keindahan dan kesegaran De Djawatan sambil bersantap atau minum merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Hutan trembesi ini juga cocok untuk piknik, duduk di atas tikar, dan menikmati hidangan dan minuman.

Namun, penting untuk memastikan bahwa bungkus makanan atau minuman dibuang pada tempatnya. Membuang sampah dengan benar adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan dan keasrian Hutan De Djawatan.

2. Pilih Datang pada Hari Kerja

Untuk menikmati ketenangan dan keasrian di tengah hutan trembesi De Djawatan Banyuwangi, disarankan untuk datang pada hari kerja, yaitu dari Senin hingga Jumat. Pada periode tersebut, suasana di objek wisata ini cenderung lebih sepi.

Sebaliknya, pada akhir pekan atau saat liburan panjang, De Djawatan Banyuwangi bisa dipadati oleh banyak pengunjung. Kondisi ini membuat suasana menjadi ramai, terutama jika ada acara seperti konser musik.

Selain itu, ketika ramai, kemungkinan sulit untuk mendapatkan foto eksklusif hanya dengan pohon sebagai latar. Oleh karena itu, pada saat sepi, pengunjung dapat lebih leluasa untuk berfoto tanpa kehadiran pengunjung lain.

3. Perhatikan Rute Perjalananmu

Saran yang satu ini ditujukan khusus untuk kamu yang belum pernah mengunjungi De Djawatan Banyuwangi. Meskipun secara umum rutenya mudah diakses dan tidak memerlukan perjalanan jauh, ada risiko kelewatan karena tanda arah ke De Djawatan yang berukuran kecil.

Jalan masuk menuju De Djawatan terletak sebelum Pertigaan Benculuk, dengan lokasi jalan masuk yang tepat di sisi utara Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk. Jika kamu melewati dua tempat tersebut, dapat dipastikan bahwa jalur masuk telah dilewati alias kamu kebablasan.

4. Kunjungi pada Pagi atau Sore Hari

Jam operasional De Djawatan Banyuwangi adalah dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB atau 17.30 WIB. Waktu yang paling ideal untuk mengunjungi adalah pada pagi hari saat buka atau pada sore hari mulai pukul 15.30 WIB.

Hal ini dikarenakan matahari berada pada posisi yang condong ke arah timur atau barat pada waktu tersebut, sehingga cahayanya akan memancar secara memukau di antara celah batang dan daun pepohonan trembesi. Pencahayaan yang optimal ini akan menambah keindahan panorama di De Djawatan, menciptakan suasana yang sempurna untuk berfoto atau berselfie.

5. Hindari Vandalisme

Meskipun pohon trembesi di De Djawatan memiliki daya tarik yang Instagramable, keunikan tersebut seharusnya hanya dinikmati tanpa merusak. Pengunjung dilarang keras melakukan vandalisme, seperti mengukir nama pada batang pohon atau mencoret-coret pada batang pohon, karena tindakan ini dapat merusak keindahan alam seakan-akan Hutan Fangorn di De Djawatan.

Selain itu, pengunjung juga diminta untuk tidak sembarangan memetik tanaman atau merusak ranting pohon untuk dibawa pulang. Menjaga kelestarian De Djawatan adalah tanggung jawab bersama semua pengunjung.

Berlibur ke Hutan Djawatan di Banyuwangi adalah opsi terbaik untuk kamu yang gemar dengan wisata yang masih alami dan indah ala Fargon Forest di film film Lord of The Rings. Sambil menikmati kecantikan hutan yang dipenuhi pepohonan tua, kamu dapat mencari spot foto yang paling menarik untuk dibagikan dalam cerita Instagrammu.

Avatar for Yeni Susanti
Yeni Susanti Freelance Writer yang memiliki hobi menulis, nonton drama korea serta menulis artikel dengan berbagai tema mulai dari wisata, teknologi, kecantikan, kesehatan dan lain sebagainya.
Avatar for Yeni Susanti
Yeni Susanti Freelance Writer yang memiliki hobi menulis, nonton drama korea serta menulis artikel dengan berbagai tema mulai dari wisata, teknologi, kecantikan, kesehatan dan lain sebagainya.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments