Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Lurik Klaten, kain tradisional berbahan katun yang sudah dikenal sejak abad ke-19, kini tidak lagi sekadar warisan budaya, melainkan produk berpotensi menembus pasar global.
Melalui inisiatif Koperasi Aji Tera yang berbasis di Kabupaten Klaten, produksi Lurik Prasojo telah mendapatkan dorongan signifikan. Dukungan finansial dan teknis dari Lembaga Pengembangan Perbankan Desa (LPDB) Koperasi memungkinkan koperasi tersebut meningkatkan standar produksi, memperbaiki kualitas benang, serta mengadopsi proses sertifikasi internasional.
- Peningkatan kelas produk: dari kelas lokal menjadi kelas ekspor.
- Penguatan kapasitas produksi: penambahan mesin tenun modern dan pelatihan pengrajin.
- Pengembangan desain: kolaborasi dengan desainer muda untuk menciptakan motif yang sesuai selera pasar luar negeri.
Hasilnya, Lurik Prasojo telah berhasil menembus pasar di beberapa negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab. Ekspor awal diperkirakan mencapai nilai USD 500 ribu pada kuartal pertama tahun ini, dengan proyeksi pertumbuhan 30% pada tahun berikutnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran LPDB Koperasi yang menyediakan fasilitas kredit lunak, pelatihan manajemen usaha, serta bantuan pemasaran digital. Selain meningkatkan pendapatan koperasi, proyek ini juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi perempuan yang menjadi pengrajin utama.
Ke depan, Koperasi Aji Tera berencana memperluas jaringan distribusi melalui pameran internasional dan platform e‑commerce, serta menambah variasi produk seperti tas, pakaian siap pakai, dan aksesori rumah tangga berbahan Lurik.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mengangkat citra kain tradisional Indonesia di mata dunia, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat regional.