Setapak Langkah – 19 Agustus 2026 | Kabapanas, yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan pangan senilai Rp100 miliar untuk menanggulangi kebutuhan dasar korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir September 2024. Bantuan tersebut mencakup paket beras, mie instan, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Program distribusi dirancang untuk menjangkau 50.000 keluarga yang paling terdampak. Proses penyaluran melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Dinas Sosial, serta organisasi kemanusiaan lokal.
- Berat beras per paket: 5 kg
- Mie instan per paket: 3 bungkus
- Minyak goreng per paket: 2 liter
- Produk tambahan: gula pasir, kopi, dan sabun mandi
Berikut rangkuman alokasi dana dan volume paket yang direncanakan:
| Wilayah | Jumlah Keluarga | Nilai Bantuan (Rp) |
|---|---|---|
| Alor | 12.000 | 24 000 000 000 |
| Belu | 8.000 | 16 000 000 000 |
| Lembata | 6.000 | 12 000 000 000 |
| Timor Tengah Selatan | 9 000 | 18 000 000 000 |
| Rote Ndao | 5.000 | 10 000 000 000 |
| Jumlah Total | 40.000 | 80 000 000 000 |
Selain bantuan fisik, Kabapanas juga menyiapkan program pemulihan jangka panjang berupa pelatihan pertanian berkelanjutan dan pendampingan usaha kecil untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah terdampak.
Andi Amran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memonitor distribusi dan memastikan bantuan sampai tepat sasaran. “Kita tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga upaya pemulihan yang dapat mengembalikan kemandirian masyarakat,” ujar beliau dalam konferensi pers di Jakarta.
Jika kebutuhan tambahan muncul, pemerintah siap menyesuaikan alokasi dana dan memperluas jangkauan bantuan. Upaya koordinasi dengan lembaga internasional dan donor juga sedang dijajaki untuk memperkuat respons kemanusiaan.