Setapak Langkah – 13 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguat pada sesi perdagangan hari ini dengan target kisaran antara 6.440 hingga 6.544 poin. Proyeksi kenaikan tersebut didukung oleh perbaikan sentimen pasar global, data ekonomi domestik yang menunjukkan stabilitas, serta aliran dana asing yang kembali mengincar aset-aset Asia.
Dalam konteks tersebut, MNC Sekuritas menyoroti empat saham yang dianggap memiliki potensi performa kuat selama periode kenaikan IHSG. Keempat saham tersebut berasal dari sektor-sektor yang diperkirakan akan mendapat manfaat paling besar dari peningkatan likuiditas dan permintaan konsumen.
| Kode Saham | Sektor | Alasan Rekomendasi | Target Harga (Rupiah) |
|---|---|---|---|
| BRPT | Keuangan | Bank Rakyat Indonesia menunjukkan perbaikan kualitas aset dan profitabilitas yang stabil, serta eksposur kuat pada kredit mikro yang mendukung pertumbuhan kredit. | 1.350 |
| EXCL | Consumer Goods | Ekspor produk konsumen meningkat seiring melemahnya nilai tukar rupiah, memperkuat margin laba perusahaan. | 6.250 |
| TINS | Pertambangan | Harga timah dunia yang naik dan kapasitas produksi yang optimal meningkatkan outlook profitabilitas perusahaan. | 2.450 |
| UNVR | Consumer Goods | Unilever Indonesia memiliki portofolio produk yang luas dan defensif, serta kebijakan dividen yang menarik bagi investor jangka menengah. | 7.800 |
Analisis MNC Sekuritas menekankan bahwa keempat saham tersebut memiliki fundamental yang kuat serta berada di posisi harga yang masih relatif terjangkau dibandingkan dengan rata‑rata historisnya. Investor yang mencari peluang kenaikan jangka pendek hingga menengah dapat mempertimbangkan alokasi sebagian portofolio ke saham‑saham ini, sambil tetap memperhatikan level stop‑loss untuk mengelola risiko.
Secara keseluruhan, dengan prospek IHSG yang berada di atas 6.400 poin, pasar diharapkan akan tetap bullish selama minggu ini, asalkan tidak ada gejolak geopolitik atau data ekonomi global yang signifikan mengubah sentimen. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan berita ekonomi serta laporan keuangan kuartal berikutnya untuk menyesuaikan posisi.