Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa sebanyak 1.700 dapur Makanan Bergizi (MBG) yang terletak di wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia akan segera mulai beroperasi. Aktivasi dapur dilakukan secara bertahap mulai minggu depan, menandai langkah lanjutan dalam upaya menurunkan angka stunting nasional.
Latar Belakang Program
Stunting masih menjadi tantangan utama kesehatan anak di Indonesia, terutama di provinsi-provinsi dengan angka kejadian di atas rata-rata nasional. Dapur MBG dirancang sebagai pusat produksi makanan bergizi yang dapat mendukung pola makan seimbang bagi balita dan ibu hamil.
Rencana Aktivasi
BGN akan mengimplementasikan fase pertama aktivasi di 300 dapur selama minggu pertama, diikuti oleh penambahan 500 dapur pada minggu kedua, dan sisanya akan diaktifkan secara berurutan hingga semua 1.700 dapur beroperasi penuh. Setiap dapur dilengkapi dengan fasilitas memasak, bahan baku gizi, serta pelatihan bagi tenaga pendukung lokal.
Target dan Dampak yang Diharapkan
- Meningkatkan akses pangan bergizi bagi lebih dari 3 juta anak balita di daerah rawan stunting.
- Menurunkan prevalensi stunting sebesar 2-3% dalam dua tahun pertama pelaksanaan.
- Menguatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader desa dalam penyuluhan gizi.
Dengan aktivasi bertahap ini, BGN berharap dapat mempercepat perbaikan status gizi anak secara nasional serta memberikan contoh model intervensi yang dapat direplikasi di wilayah lain.