Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan melaporkan bahwa nilai ekspor provinsi tersebut mencapai sekitar Rp98,20 triliun selama semester pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rincian kontribusi sektor
| Sektor | Ekspor (Triliun Rp) | Persentase |
|---|---|---|
| Perkebunan (kelapa sawit, karet) | 32,1 | 33% |
| Pertambangan (batubara, mineral) | 28,4 | 29% |
| Manufaktur (pupuk, kimia) | 18,7 | 19% |
| Produk lainnya | 19,0 | 19% |
Perkebunan tetap menjadi kontributor terbesar, dengan kelapa sawit menyumbang hampir setengah dari total nilai ekspor perkebunan. Sektor pertambangan, terutama batubara, juga mencatat peningkatan volume ekspor yang signifikan berkat permintaan kuat dari pasar Asia.
Pihak BPS menilai bahwa pencapaian ini mencerminkan daya saing produk unggulan Kalsel di pasar global serta kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk. Namun, BPS juga mengingatkan pentingnya diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara tujuan utama.
Ke depan, BPS memperkirakan bahwa ekspor Kalsel akan terus tumbuh, terutama bila investasi pada infrastruktur pelabuhan dan logistik dapat dipercepat. Peningkatan nilai tukar rupiah dan kebijakan perdagangan internasional yang kondusif diharapkan dapat menambah daya saing produk Kalsel di pasar internasional.