Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Pertamina baru-baru ini mendapatkan penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026 setelah inisiatif Bioenergy Lestari-nya diakui secara internasional. Penghargaan ini diberikan oleh program SDG Innovation Accelerator for Young Professionals, sebuah inisiatif global United Nations Global Compact (UNGC) yang mendorong terciptanya inovasi bisnis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program tersebut menyoroti upaya Pertamina dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis bioenergi yang ramah lingkungan. Proyek utama mencakup pemanfaatan limbah kelapa sawit dan biomassa lain menjadi biodiesel serta teknologi waste-to-energy yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Dengan demikian, inisiatif ini berkontribusi pada beberapa tujuan SDG, antara lain SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Berikut beberapa dampak utama yang telah dicapai oleh Bioenergy Lestari:
- Peningkatan produksi biodiesel sebesar 30 % dalam dua tahun terakhir.
- Pengurangan intensitas karbon sebesar 25 % pada fasilitas produksi utama.
- Penciptaan lebih dari 500 lapangan kerja bagi tenaga kerja muda dan profesional bidang energi terbarukan.
- Penguatan kemitraan dengan institusi akademik dan startup teknologi untuk riset serta pengembangan produk.
Penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026 menegaskan posisi Pertamina sebagai pelopor inovasi berkelanjutan di sektor energi Indonesia. Pengakuan ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan memperluas akses pendanaan bagi proyek‑proyek hijau di masa mendatang.
Ke depan, Pertamina berencana memperluas jaringan bioenergi ke wilayah lain, meningkatkan efisiensi proses konversi biomassa, serta melibatkan lebih banyak pemuda melalui program inkubasi dan pelatihan. Langkah‑langkah tersebut selaras dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 % pada tahun 2025.