Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Pertamina menegaskan bahwa penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan menjadi pilar utama dalam upaya transformasi bisnisnya, seiring dengan perubahan dinamis di sektor energi global.
Dalam rangka mendukung agenda tersebut, perusahaan energi milik negara ini meluncurkan serangkaian program yang meliputi pelatihan karyawan, integrasi prinsip ESG (Environment, Social, Governance) ke dalam proses operasional, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan. Program pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis serta pemahaman nilai-nilai keberlanjutan, sehingga setiap lapisan organisasi dapat berkontribusi secara efektif.
- Peningkatan kapasitas SDM melalui modul pembelajaran berkelanjutan.
- Penguatan tata kelola ESG dengan mekanisme pelaporan yang transparan.
- Investasi dalam proyek energi terbarukan seperti biofuel dan energi surya.
- Kolaborasi dengan lembaga riset untuk inovasi teknologi hijau.
Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran internal, dengan lebih dari 80% karyawan melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang praktik berkelanjutan. Selain itu, Pertamina menargetkan penurunan intensitas emisi karbon sebesar 20% pada tahun 2030, selaras dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris.
Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi kompetitif Pertamina di pasar energi nasional, tetapi juga menjadi contoh bagi industri lain dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam model bisnis jangka panjang.