Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan bahwa lapangan kerja hijau di sektor pariwisata berpotensi menyerap hingga 5,3 juta tenaga kerja nasional. Meskipun prospek tersebut menjanjikan, data terbaru menunjukkan tingkat penyerapan sumber daya manusia (SDM) masih jauh di bawah target.
| Aspek | Target | Realisasi |
|---|---|---|
| Jumlah tenaga kerja potensial | 5,3 juta orang | ~1,2 juta orang (2023) |
| Persentase penyerapan SDM | 100 % | ≈ 23 % |
Angka realisasi yang masih rendah disebabkan oleh beberapa faktor utama:
- Keterbatasan program pelatihan khusus yang menyiapkan pekerja untuk kompetensi hijau.
- Kurangnya insentif bagi perusahaan pariwisata untuk beralih ke praktik ramah lingkungan.
- Ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan formal dan kebutuhan industri.
- Rendahnya kesadaran masyarakat akan nilai ekonomi dari pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah berencana meluncurkan serangkaian kebijakan untuk meningkatkan penyerapan SDM, antara lain memperluas program vokasi hijau, memberikan subsidi energi terbarukan bagi pelaku usaha wisata, serta meningkatkan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor pariwisata.
Jika target penyerapan dapat tercapai, sektor pariwisata hijau tidak hanya akan menciptakan jutaan lapangan kerja baru, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, pelestarian biodiversitas, dan peningkatan daya saing destinasi Indonesia di pasar global.