Setapak Langkah – 26 Juli 2026 | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melaporkan penemuan lokasi ke-19 sebaran bunga Rafflesia di Kabupaten Agam. Penemuan ini menambah jumlah populasi Rafflesia yang diketahui di provinsi tersebut, menegaskan pentingnya wilayah ini sebagai habitat utama spesies endemik tersebut.
Lokasi baru berada di kawasan hutan lindung sekitar Desa Tanjung Jati pada ketinggian 800‑900 meter di atas permukaan laut. Tim survei melakukan pemetaan selama tiga hari, mencatat adanya tiga individu bunga yang sedang mekar serta beberapa tandan bunga yang masih dalam fase kuncup.
- Spesies: Rafflesia arnoldii (Rafflesia padma)
- Ukuran bunga: diameter mencapai 90 cm, berat hingga 11 kg
- Habitat: hutan tropis basah dengan tanah berlumut dan kelembaban tinggi
- Musim mekarnya: biasanya antara Mei hingga September
Penemuan ini memiliki implikasi signifikan bagi upaya konservasi. BKSDA berencana memperluas zona perlindungan, melibatkan masyarakat setempat dalam program edukasi, serta meningkatkan patroli anti‑perburuan. Selain itu, data lokasi baru akan dimasukkan ke dalam basis data nasional untuk memantau dinamika populasi Rafflesia secara berkala.
Para peneliti menekankan bahwa meskipun Rafflesia tergolong sebagai ‘bunga paling besar di dunia’, spesies ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, termasuk deforestasi dan perambahan lahan. Oleh karena itu, keberlanjutan habitat alami menjadi prioritas utama.
Ke depan, BKSDA berupaya menjadikan area Agam sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi, sehingga wisatawan dapat menyaksikan keunikan Rafflesia secara bertanggung jawab sambil mendukung program pelestarian.