Setapak Langkah – 22 Juli 2026 | Menteri Perdagangan Provinsi Busan, Jong-ho Kim, mengadakan dialog intensif dengan eksekutif Bridgestone Indonesia pada minggu lalu di Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada upaya meningkatkan ekspor ban buatan Indonesia ke pasar Korea Selatan serta mengidentifikasi hambatan yang mengganggu pertumbuhan industri ban di kedua negara.
Dalam rapat tersebut, pihak pemerintah menegaskan komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sementara Bridgestone menekankan perlunya dukungan kebijakan yang dapat memperlancar alur rantai pasok dan mempercepat proses sertifikasi produk.
Isu-isu utama yang dibahas
- Tarif dan prosedur bea masuk yang masih dianggap kompleks.
- Keterbatasan fasilitas logistik di pelabuhan utama Indonesia.
- Standar teknis dan sertifikasi yang berbeda antara Korea Selatan dan Indonesia.
- Kekurangan tenaga kerja terampil dalam proses produksi ban berkualitas tinggi.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta berjanji akan memfasilitasi dialog lanjutan antara regulator kedua negara serta memberikan panduan teknis terkait standar internasional.
Data ekspor ban Indonesia (2023)
| Negara Tujuan | Volume (Ton) | Nilai (USD) |
|---|---|---|
| Korea Selatan | 12,500 | 85,000,000 |
| Jepang | 9,300 | 63,000,000 |
| Malaysia | 7,800 | 52,000,000 |
Data menunjukkan bahwa Korea Selatan menyumbang sekitar 22% dari total nilai ekspor ban Indonesia pada tahun 2023. Peningkatan pangsa pasar ini diharapkan dapat terakselerasi bila hambatan‑hambatan di atas berhasil diatasi.
Menteri Kim menambahkan bahwa pemerintah Busan siap menyiapkan paket insentif, termasuk pembebasan bea masuk untuk bahan baku tertentu dan penyediaan zona industri khusus yang dilengkapi dengan fasilitas logistik modern. Sementara itu, Bridgestone berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal dan memperluas jaringan distribusi di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi antara otoritas perdagangan Busan dan Bridgestone dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok ban berkualitas tinggi, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor manufaktur otomotif.