Setapak Langkah – 22 Juli 2026 | Menteri Keuangan, Purbaya, mengonfirmasi bahwa sebagian dana awal untuk Proyek Fasilitas Investasi Indonesia (PFII) akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan dari konsorsium Danantara.
Pernyataan tersebut menegaskan peran penting pemerintah dalam menyediakan dana antisipatif, sementara mayoritas pembiayaan diperkirakan akan berasal dari investor swasta, termasuk Danantara yang telah mengekspresikan dukungan kuat terhadap proyek tersebut.
Berikut rangkuman sumber pembiayaan PFII:
| Sumber Dana | Proporsi |
|---|---|
| APBN (Antisipasi) | ~10-15% |
| Danantara (Investor Swasta) | ~30-40% |
| Investor Lain | ~45-60% |
Para investor dan Danantara menilai bahwa keterlibatan APBN bersifat sementara, bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan fase awal proyek. Dengan demikian, pemerintah tidak menjadi pemilik mayoritas, melainkan sebagai fasilitator keuangan.
Penggunaan dana APBN pada tahap awal dipandang sebagai upaya mempercepat realisasi infrastruktur strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional.