Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Dalam sebuah insiden yang menimbulkan keprihatinan regional, sebuah kapal perang milik Republik Rakyat Tiongkok melaksanakan latihan tembak langsung di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Latihan tersebut berlangsung pada hari Selasa, 20 Juli 2026, dan dipantau secara langsung oleh kapal perang Rusia yang berada di perairan sekitarnya.
Reaksi Jepang segera muncul. Pemerintah Tokyo mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan protes kuat atas aksi tersebut dan menuntut China menghentikan segala kegiatan militer di dalam ZEE Jepang. Kementerian Pertahanan Jepang menambahkan bahwa mereka akan meningkatkan patroli maritim serta memperkuat koordinasi dengan sekutu, terutama Amerika Serikat, untuk menanggapi potensi ancaman di wilayah tersebut.
- Protes Jepang: Menyatakan pelanggaran hukum internasional dan meminta klarifikasi dari Beijing.
- Pengawasan Rusia: Kapal perang Rusia, Admiral Kuznetsov, dilaporkan berada dalam jarak dekat dan mencatat semua tahapan latihan.
- Respons Internasional: Negara-negara sekutu Jepang, termasuk Amerika Serikat dan Australia, menyatakan keprihatinan dan menegaskan komitmen untuk menjaga kebebasan navigasi di Laut Jepang.
Insiden ini menambah ketegangan yang sudah lama ada antara China dan Jepang, khususnya terkait sengketa wilayah di Laut China Timur. Para analis militer menilai bahwa latihan tembak langsung di dalam ZEE Jepang merupakan tindakan yang sangat tidak lazim dan dapat dipandang sebagai upaya demonstrasi kekuatan oleh Beijing.
Beberapa pakar geopolitik memperkirakan bahwa aksi ini mungkin berkaitan dengan latihan bersama antara angkatan laut China dan Rusia, yang belakangan ini semakin sering dilakukan di wilayah Indo-Pasifik. Mereka menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China mengenai alasan spesifik di balik pelaksanaan latihan tersebut. Namun, pihak Beijing biasanya menolak tuduhan pelanggaran kedaulatan dan menegaskan bahwa semua operasi militer dilakukan dalam kerangka hukum internasional serta demi keamanan regional.