Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | PT Pegadaian (Persero) meluncurkan inisiatif baru untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta dengan memperkenalkan becak kayuh listrik melalui program yang dinamakan “Bekalista”. Program ini bertujuan mengurangi emisi karbon, meningkatkan pengalaman wisatawan, dan menumbuhkan ekonomi lokal.
Program Bekalista bermula dari kerja sama antara Pegadaian, pemerintah kota Yogyakarta, serta pelaku usaha transportasi tradisional. Pegadaian menyediakan dana pembiayaan dengan suku bunga bersubsidi untuk pengadaan becak listrik, sementara pemerintah membantu dalam penyediaan infrastruktur pengisian daya dan pelatihan pengemudi.
Manfaat utama program
- Ramah lingkungan: Becak listrik tidak menghasilkan polusi udara, sehingga menjaga kebersihan udara kota bersejarah.
- Peningkatan ekonomi: Pengemudi becak mendapatkan peluang kerja dengan pendapatan yang lebih stabil berkat dukungan keuangan.
- Pengalaman wisata yang unik: Wisatawan dapat menjelajahi situs budaya Yogyakarta dengan cara yang lebih tenang dan interaktif.
- Model replikasi: Keberhasilan di Yogyakarta diharapkan menjadi contoh bagi kota wisata budaya lain di Indonesia.
Direktur Utama Pegadaian, Budi Santoso, menyatakan, “Kami optimis program Bekalista dapat menjadi contoh konkret bagaimana sektor keuangan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Jika berhasil, kami siap memperluas inisiatif serupa ke kota-kota lain yang memiliki potensi wisata budaya tinggi.”
Sejak peluncuran pilot pada awal tahun ini, lebih dari 150 becak listrik telah beroperasi di kawasan utama seperti Malioboro, Keraton, dan Taman Sari. Data awal menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kebisingan dan peningkatan kepuasan wisatawan yang menilai transportasi sebagai salah satu faktor utama dalam memilih destinasi.
Pegadaian juga merencanakan kampanye edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya transportasi bersih, serta menyediakan paket pembiayaan khusus bagi UMKM yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan Yogyakarta tidak hanya menjadi destinasi budaya, tetapi juga contoh kota hijau di Indonesia.