Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Indonesia masih mengandalkan impor untuk sekitar delapan puluh persen kebutuhan susu dalam negeri. Ketergantungan ini menimbulkan tekanan pada neraca perdagangan serta mengurangi peluang bagi petani lokal untuk mengoptimalkan produksi.
Faktor utama mengapa produksi domestik belum memenuhi kebutuhan antara lain:
- Keterbatasan infrastruktur peternakan modern.
- Kekurangan bibit ternak unggul dan teknologi reproduksi.
- Modal yang belum memadai bagi peternak kecil untuk melakukan skala up.
Menteri menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan untuk menyediakan dana, pelatihan, serta akses pasar. Program prioritas meliputi:
- Pembangunan sentra peternakan di wilayah strategis.
- Penerapan teknologi pemrosesan susu yang efisien.
- Peningkatan standar kualitas dan keamanan produk susu.
Jika rencana tersebut diimplementasikan dengan tepat, Indonesia dapat mengurangi impor secara signifikan, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan menciptakan nilai tambah bagi industri agro‑food nasional.