Setapak Langkah – 19 Juli 2026 | Jakarta, 19 Juli 2026 – Penyanyi pop Indonesia Afgan memulai konser tunggalnya yang berjudul Retrospektif: The Concert di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan penampilan megah yang langsung memicu histeria ribuan penggemar. Acara yang digelar pada sore hari ini menampilkan konsep “Misteri Dunia” dengan tata panggung yang dramatis, pencahayaan berwarna neon, serta visual efek 3D yang menyatu dengan alunan musiknya.
Penonton yang berjumlah sekitar 8.000 orang menyambut Afgan dengan teriakan sorak, yel-yel, dan lampu senter yang berkelip serentak. Atmosfer riuh tersebut menandai keberhasilan Afgan dalam menghidupkan kembali lagu-lagu hitsnya sekaligus memperkenalkan aransemen baru yang lebih segar.
Setlist dan momen penting
- Opening – “Misteri Dunia” (intro instrumental dengan visual galaksi)
- “Bukan Cinta Biasa” – penampilan penuh energi dengan backing band live
- “Sadis” – dipadukan dengan tarian modern yang menambah dinamika panggung
- “Cinta Karena Cinta” – dinyanyikan akustik, mengundang penonton bernyanyi bersama
- Medley klasik Afgan (“Terima Kasih”, “Kita Bukan Untuk Selamanya”)
- Penutup – “Afgan & The Mystery” (lagu baru yang belum dirilis, menandai arah musik selanjutnya)
Setiap lagu diiringi oleh visual storytelling yang menggambarkan tema misteri, seperti hutan mistis, kota futuristik, hingga ruang angkasa. Penonton dapat merasakan perpaduan antara nostalgia dan inovasi.
Produksi dan teknis
Konser ini melibatkan tim produksi internasional yang mengurus lighting, sound, dan visual effects. Sistem sound line‑array 12‑channel dipasang untuk memastikan kualitas audio yang merata di seluruh area JICC. Pencahayaan LED berukuran 10 meter diprogram khusus untuk menyesuaikan tiap bagian lagu, menciptakan suasana yang berubah-ubah sesuai alur cerita musik.
Respon penonton dan media
Reaksi penonton tidak hanya terbatas pada sorakan; banyak yang mengunggah video dan foto ke media sosial dengan tagar #AfganRetrospektif dan #MisteriDunia. Beberapa komentar menyoroti kehangatan suara Afgan yang tetap konsisten meski telah bertahun‑tahun berkarya.
Para kritikus musik menyebut konser ini sebagai salah satu yang paling ambisius dalam karier Afgan, menekankan keberhasilan menggabungkan elemen visual futuristik dengan sentuhan emosional yang menjadi ciri khas vokalnya.
Konser tunggal ini diperkirakan akan menjadi titik awal tur nasional Afgan yang direncanakan akan mengunjungi beberapa kota besar di Indonesia pada akhir tahun 2026.