Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa hasil riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tidak boleh berakhir pada publikasi jurnal semata. Ia mengajak Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk memperkuat kolaborasi antarkampus demi mempercepat proses hilirisasi riset dan inovasi menjadi produk yang dapat bersaing di pasar global.
Berikut langkah‑langkah yang diusulkan untuk mengubah riset menjadi produk:
- Penguatan jaringan kolaborasi: FRI mengkoordinasikan program pertukaran peneliti, laboratorium bersama, dan platform data riset terbuka.
- Pembentukan inkubator kampus: Setiap universitas didorong mengembangkan unit inkubasi yang menyediakan mentoring, pendanaan awal, dan akses pasar.
- Regulasi yang mendukung: Pemerintah menyederhanakan prosedur perizinan paten dan lisensi teknologi bagi peneliti.
- Pembiayaan berkelanjutan: Skema hibah dan venture capital khusus pendidikan tinggi ditingkatkan melalui Kementerian Riset dan Teknologi.
- Pelatihan kewirausahaan: Kurikulum tambahan tentang manajemen produk, pemasaran, dan hak kekayaan intelektual diintegrasikan ke dalam program studi.
Selain itu, Brian Yuliarto menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur riset kelas dunia, seperti laboratorium bersertifikat dan fasilitas uji coba yang dapat diakses bersama. Ia juga mengajak sektor swasta untuk berpartisipasi dalam skema pendanaan bersama, sehingga beban biaya pengembangan dapat tersebar.
Upaya hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor pendidikan tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi global.