Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat penurunan signifikan prevalensi stunting di Jawa Timur, dari 17,7 % pada 2023 menjadi 14,7 % pada 2024.
Penurunan ini menandai capaian penting bagi provinsi yang selama ini bergulat dengan masalah gizi buruk pada anak balita. Pemerintah provinsi, dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menerima penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PAGI) atas upaya terpadu yang berhasil menurunkan angka stunting.
- Program Gizi Sehat untuk Anak yang memfokuskan pada suplementasi mikronutrisi dan edukasi ibu hamil.
- Peningkatan akses layanan kesehatan melalui posyandu yang tersebar di seluruh kecamatan.
- Penguatan jaringan pertanian lokal untuk meningkatkan ketersediaan pangan bergizi.
- Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat dalam kampanye gizi keluarga.
Data SSGI 2024 menunjukkan bahwa penurunan 3 poin persentase tersebut setara dengan hampir 200 ribu anak balita yang terhindar dari stunting. Dampaknya terasa pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan potensi ekonomi jangka panjang.
Dalam upacara penghargaan yang diadakan di Balai Kota Surabaya, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada tim teknis, dinas kesehatan, serta seluruh masyarakat yang berperan aktif. Ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan program tersebut hingga target nasional 10 % tercapai.
Para ahli gizi menilai bahwa keberhasilan ini merupakan contoh kebijakan berbasis data yang dapat direplikasi oleh provinsi lain. Mereka menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan, penyediaan pangan bergizi, serta peningkatan kesadaran masyarakat sebagai kunci menurunkan stunting secara berkelanjutan.