Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Bank Dunia baru-baru ini mengumumkan bahwa Vietnam dan Filipina kini masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (Upper‑Middle‑Income), menyamai posisi Indonesia. Klasifikasi ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan peningkatan pendapatan per kapita selama beberapa tahun terakhir.
| Negara | GNI per kapita (USD) | Klasifikasi 2023 |
|---|---|---|
| Indonesia | 4.950 | Menengah Atas |
| Vietnam | 5.100 | Menengah Atas |
| Filipina | 5.050 | Menengah Atas |
Lonjakan GNI per kapita ini didorong oleh reformasi struktural, peningkatan ekspor, serta investasi asing langsung yang terus meningkat. Di Indonesia, sektor manufaktur dan digital menjadi pendorong utama, sementara Vietnam menonjol dalam industri elektronik dan tekstil, serta Filipina mengandalkan layanan bisnis proses (BPO) dan remitansi dari tenaga kerja di luar negeri.
Klasifikasi baru ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investor internasional, memperluas akses ke pembiayaan multilateral, dan memperkuat posisi ketiga negara dalam rantai nilai global. Pemerintah masing-masing negara menyatakan komitmen untuk melanjutkan reformasi kebijakan guna menjaga momentum pertumbuhan dan memperluas kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki infrastruktur, serta mengurangi ketimpangan regional. Upaya berkelanjutan dalam pendidikan, teknologi, dan kebijakan fiskal akan menjadi kunci bagi Indonesia, Vietnam, dan Filipina untuk mempertahankan status menengah atas dan beranjak ke tingkat pendapatan yang lebih tinggi.