Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Program Finansial Internasional Indonesia (PFII) diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bali. Menurut Susiwijono, kepala biro pengembangan KEK, kehadiran PFII dapat memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal, investasi asing, dan infrastruktur lokal.
KEK Bali direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menargetkan peningkatan nilai tambah sektor pariwisata, manufaktur ringan, dan teknologi hijau. Dengan menambahkan PFII, pemerintah berharap dapat menyediakan paket pembiayaan yang lebih fleksibel bagi investor, sekaligus menurunkan risiko finansial melalui mekanisme pendanaan internasional.
- Fasilitas pembiayaan multinasional yang terintegrasi dengan kebijakan fiskal daerah.
- Skema kredit dengan tenor panjang dan bunga kompetitif.
- Jaminan risiko valuta asing bagi proyek-proyek ekspor.
Susiwijono menekankan bahwa sinergi ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan saling melengkapi sehingga setiap proyek di KEK dapat mengakses sumber dana yang sesuai dengan tahapan pengembangan.
Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- Peningkatan arus investasi asing langsung (FDI) di Bali.
- Penciptaan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan jasa.
- Peningkatan kapasitas ekspor produk lokal melalui dukungan pembiayaan.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang mendukung dan akses ke pasar keuangan internasional, PFII diharapkan dapat menjadikan KEK Bali sebagai model kawasan ekonomi yang lebih lengkap dan berkelanjutan.