Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, menegaskan bahwa kebangkitan umat Islam tidak dapat dicapai hanya melalui semarak syiar atau simbol keagamaan yang bersifat permukaan. Menurutnya, fondasi utama yang harus diperkuat adalah iman yang hakiki.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Siradj menekankan bahwa:
- Iman yang kuat menjadi landasan moral bagi setiap individu Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Penguatan iman harus dimulai dari pendidikan agama yang komprehensif, bukan sekadar ritual atau acara publik.
- Syiar agama yang semarak perlu diiringi dengan upaya nyata meningkatkan kualitas keilmuan dan akhlak.
- Kebangkitan umat tidak dapat dipisahkan dari kontribusi sosial, ekonomi, dan politik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Siradj juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama, ulama, serta lembaga pendidikan Islam dalam membimbing generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang mendalam dan kritis. Ia menambahkan bahwa masyarakat harus menghindari “iman setengah matang” yang hanya tampak di luar, melainkan menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam tindakan nyata.
Selain menekankan aspek spiritual, Siradj mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi perkembangan keagamaan yang otentik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan komunitas lokal dapat memperkuat basis moral bangsa.
Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi panggilan bagi umat Islam Indonesia untuk kembali meneguhkan keimanan secara menyeluruh, sehingga kebangkitan yang diimpikan dapat terwujud secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.