Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Menurut data terbaru yang dirilis oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat, sebanyak 1.743 kasus tuberkulosis (TB) terkonfirmasi pada periode pelaporan terakhir. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menandakan perlunya strategi penanggulangan yang lebih intensif.
TB tetap menjadi salah satu penyakit menular utama di Indonesia, khususnya di wilayah dengan tantangan akses layanan kesehatan. Dinkes Sulbar menegaskan bahwa sebagian besar kasus teridentifikasi melalui program skrining aktif di puskesmas, rumah sakit, serta melalui rujukan dari fasilitas kesehatan swasta.
Rincian Kasus Berdasarkan Kategori
| Kategori | Jumlah Kasus |
|---|---|
| Pasien baru | 1.210 |
| Pasien lama (kambuh) | 533 |
Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga kasus merupakan pasien baru, menandakan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini.
Langkah Penanggulangan yang Ditetapkan
- Peningkatan kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan sputum cepat dan akurat.
- Penguatan program pengobatan langsung (DOTS) dengan melibatkan tenaga kesehatan desa.
- Penyuluhan intensif tentang gejala TB dan pentingnya pemeriksaan rutin di komunitas.
- Kerjasama dengan organisasi non‑pemerintah untuk mendukung pasien rawat jalan dan meningkatkan kepatuhan terapi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen menambah anggaran bagi program kontrol TB, termasuk subsidi obat dan fasilitas transportasi bagi pasien yang tinggal di daerah terpencil. Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut, angka prevalensi TB dapat ditekan dalam jangka menengah.
Selain itu, Dinkes Sulbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendeteksi gejala TB sejak dini, seperti batuk kronis lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan demam yang tidak kunjung reda. Deteksi dan pengobatan tepat waktu akan meminimalisir penyebaran penyakit ini.