Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Persatuan Tamansiswa sekaligus mengapresiasi peran historis organisasi tersebut dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hajar Dewantara, Tamansiswa mengusung filosofi pendidikan yang berlandaskan pada kebangsaan, karakter, dan kemandirian. Selama hampir satu abad, gerakan ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pendidikan nasional.
Berikut beberapa kontribusi utama Tamansiswa yang disorot oleh Mensesneg:
- Menjalankan lebih dari 3.000 satuan pendidikan—dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi—di seluruh kepulauan Indonesia.
- Menghasilkan ribuan tenaga pendidik, peneliti, dan tokoh kebudayaan yang berperan aktif di sektor publik maupun swasta.
- Menyematkan nilai-nilai kebangsaan, moral, dan budaya lokal dalam kurikulum, sehingga memperkuat identitas nasional generasi muda.
- Berpartisipasi dalam program pemerintah untuk meningkatkan literasi, khususnya di daerah terpencil dan kurang berkembang.
- Berperan sebagai mitra strategis dalam reformasi kurikulum, pelatihan guru, dan pengembangan infrastruktur pendidikan.
Prasetyo Hadi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan non‑negara seperti Tamansiswa sangat krusial untuk mencapai target peningkatan kualitas pendidikan yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat terus diperluas, termasuk dalam bidang penelitian, teknologi pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan menghormati jejak panjang Tamansiswa, Mensesneg menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mendukung inisiatif pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berbasis nilai kebangsaan, demi mencetak generasi yang kompeten dan berkarakter.