Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menanggapi keluhan sektor industri yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan mengusulkan penyesuaian program pelatihan vokasi agar lebih selaras dengan permintaan pasar kerja. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mengajak perusahaan-perusahaan di KEK Mandalika untuk berpartisipasi dalam platform Program Magang Nasional, yang dikenal sebagai MagangHub.
Keluhan utama yang disampaikan oleh pelaku industri meliputi kurangnya tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar operasional perusahaan, serta keterbatasan akses ke program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan spesifik sektor pariwisata, manufaktur, dan logistik di kawasan tersebut.
Respons Kemnaker mencakup dua langkah utama:
- Penyesuaian kurikulum vokasi: Kurikulum pelatihan akan dikaji ulang bersama asosiasi industri, lembaga pendidikan, dan pakar pasar kerja untuk memastikan materi yang diberikan mencakup kompetensi teknis, soft skill, dan standar keamanan kerja yang dibutuhkan.
- Integrasi dengan MagangHub: Perusahaan di KEK Mandalika dapat mendaftarkan posisi magang yang tersedia di platform MagangHub, memungkinkan mahasiswa dan pencari kerja mendapatkan pengalaman langsung di lapangan serta mempercepat proses penempatan kerja.
Berikut adalah tahapan implementasi yang direncanakan:
- Pertemuan koordinasi antara Kemnaker, penyelenggara pendidikan vokasi, dan perwakilan industri KEK Mandalika untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi.
- Penyusunan modul pelatihan yang disesuaikan, termasuk modul digitalisasi, manajemen rantai pasok, serta layanan pelanggan khusus pariwisata.
- Peluncuran lowongan magang di MagangHub dengan skema pembimbingan yang melibatkan mentor industri.
- Evaluasi berkala atas kinerja peserta magang dan umpan balik dari perusahaan untuk perbaikan kurikulum.
Manfaat yang diharapkan antara lain peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, penurunan tingkat pengangguran, serta peningkatan daya saing KEK Mandalika dalam menarik investasi. Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara sektor publik, pendidikan, dan swasta.