Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Fadli Zon, menilai bahwa Museum Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru dibuka di Lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha menjadi standar baru bagi museum‑museum di Indonesia. Menurutnya, museum ini tidak hanya menampilkan koleksi artefak, melainkan juga mengintegrasikan teknologi interaktif, riset ilmiah, dan program edukasi yang dapat dijadikan contoh bagi institusi budaya lain.
Fadli Zon menekankan lima poin utama yang menjadi keunggulan Museum ITB:
- Penggunaan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) untuk menghidupkan kembali sejarah teknik dan industri Indonesia.
- Ruang pamer yang dirancang fleksibel, memungkinkan pergantian tema secara periodik tanpa mengorbankan kualitas visual.
- Koleksi dokumentasi riset dan paten yang dimiliki ITB, memberikan akses langsung bagi peneliti dan pelajar.
- Program edukasi terintegrasi, mulai dari workshop, kuliah umum, hingga tur interaktif bagi sekolah.
- Standar konservasi yang mengadopsi prosedur internasional, menjamin keawetan benda bersejarah.
Selain menyoroti aspek teknis, Menbud juga menilai kehadiran museum ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Indonesia di era digital. Ia berharap museum‑museum lain di seluruh nusantara dapat meneladani model ini, sehingga kualitas pameran nasional meningkat secara keseluruhan.
Pengunjung pertama Museum ITB dilaporkan telah menyambut baik inovasi tersebut, terutama generasi muda yang tertarik dengan interaksi digital. Dengan dukungan pemerintah dan institusi akademik, Museum ITB diproyeksikan menjadi pusat edukasi dan inovasi budaya yang berkelanjutan.