Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika berupa kuncup bunga kanabis sebanyak 3,37 ton yang berasal dari Thailand. Barang bukti disembunyikan di sebuah gudang di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Penggerebekan dilakukan setelah hasil intelijen menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan di kawasan pergudangan tersebut. Saat inspeksi, petugas menemukan tumpukan kuncup kanabis yang dibungkus rapi dalam kantong plastik berwarna putih dan disegel menggunakan plastik transparan. Total berat kuncup yang berhasil diamankan mencapai 3,37 ton, setara dengan lebih dari 6.700 kilogram.
Berikut adalah rangkaian langkah yang diambil oleh aparat:
- Pengumpulan data intelijen dari sumber dalam negeri dan kerja sama lintas lembaga.
- Penetapan lokasi penyimpanan dan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
- Penggeledahan dan penyitaan barang bukti tanpa mengganggu operasional warga sekitar.
- Penahanan tersangka utama yang diduga menjadi koordinator pengiriman.
- Penyusunan laporan resmi untuk proses hukum selanjutnya.
Selain kuncup kanabis, petugas juga menemukan sejumlah peralatan penyimpanan dan dokumen yang mengindikasikan rencana pengiriman ke beberapa pelabuhan di Indonesia. Penyidik mencatat bahwa modus operandi penyelundupan ini melibatkan penggunaan kapal cepat dari Thailand yang berlabuh di pelabuhan Gresik pada malam hari.
Pihak BNN menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak akan berhenti pada kasus ini. “Kami terus meningkatkan sinergi dengan lembaga lain, termasuk Bea Cukai, untuk memotong rantai distribusi narkotika sejak tahap masuk,” kata juru bicara BNN dalam konferensi pers.
Komisi Pemberantasan Narkotika (KPN) menyambut baik keberhasilan operasi ini dan meminta pemerintah memperkuat regulasi serta pengawasan pada titik masuk barang lintas batas. Sementara itu, Bea Cukai menambahkan bahwa peningkatan patroli dan pemeriksaan barang impor menjadi prioritas utama untuk mencegah masuknya barang terlarang.
Kasus ini menambah catatan panjang Indonesia dalam menghadapi tantangan penyelundupan narkotika internasional. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas aparat dalam hal teknologi deteksi, pelatihan sumber daya manusia, serta kerja sama bilateral dengan negara-negara tetangga guna menutup celah perdagangan gelap.