Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengumumkan rencana pembangunan lahan seluas 65 hektare yang akan dijadikan pusat fasilitas pendukung ibadah haji. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu titik strategis untuk mempermudah persiapan jemaah haji dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Tujuan dan Manfaat
- Menyediakan akomodasi sementara bagi calon jemaah haji.
- Fasilitas pelatihan fisik, mental, dan pengetahuan tentang pelaksanaan haji.
- Pusat administrasi untuk pengurusan dokumen dan koordinasi dengan Kementerian Agama.
- Area parkir dan transportasi yang terintegrasi dengan bandara atau pelabuhan terdekat.
- Pusat kesehatan dan pertolongan pertama untuk peserta.
Rencana Pengembangan
| Komponen | Luas (ha) | Estimasi Biaya (Miliar Rp) |
|---|---|---|
| Kawasan Akomodasi | 20 | 120 |
| Pusat Pelatihan | 15 | 80 |
| Area Administrasi | 5 | 30 |
| Fasilitas Kesehatan | 5 | 25 |
| Infrastruktur Pendukung (jalan, parkir, utilitas) | 20 | 150 |
Pejabat Kabupaten Kediri, Bupati Dr. H. H. M. Zulkifli, menyatakan bahwa pembangunan ini akan dimulai pada kuartal pertama 2025 dengan target penyelesaian dalam dua tahun. Anggaran awal sebesar Rp 405 miliar akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta dukungan dana khusus dari Kementerian Agama.
Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan calon jemaah haji, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi warga setempat. Diperkirakan selama fase konstruksi akan melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, sementara operasional pusat akan menyerap tenaga kerja tetap sebanyak 150 orang.
Selain itu, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban logistik pada pelabuhan atau bandara utama di Surabaya, sekaligus meningkatkan peran Kediri sebagai kota penyangga dalam rangkaian ibadah haji nasional.
Dengan langkah ini, Kediri menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang lebih terorganisir, aman, dan nyaman bagi masyarakat Jawa Timur.