Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi bahwa seluruh armada lokomotif diesel miliknya telah siap untuk beralih menggunakan bahan bakar biodiesel B50, campuran 50% biodiesel dan 50% diesel konvensional. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebijakan energi bersih pemerintah serta mengurangi emisi karbon.
Persiapan tersebut meliputi beberapa tahapan penting, antara lain:
- Pemeriksaan dan kalibrasi ulang mesin diesel untuk memastikan kompatibilitas dengan bahan bakar B50.
- Pelatihan teknisi dan operator mengenai prosedur pengisian, penanganan, serta pemeliharaan mesin berbahan bakar campuran.
- Pembaruan sistem manajemen bahan bakar di stasiun pengisian untuk mengakomodasi biodiesel B50.
- Pengujian lapangan pada beberapa unit lokomotif untuk menilai performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan biodiesel B50 tidak menurunkan kinerja mesin, melainkan memberikan beberapa keuntungan, seperti penurunan emisi CO2 dan partikel halus. Berikut ringkasan manfaat yang diharapkan:
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Emisi CO2 | Pengurangan hingga 20% dibanding diesel murni |
| Kualitas Udara | Penurunan partikel PM2.5 |
| Ketahanan Mesin | Lubrikasi yang lebih baik, mengurangi keausan |
| Ketergantungan Energi | Meningkatkan penggunaan bahan bakar nabati dalam negeri |
Dengan kesiapan ini, KAI berencana meluncurkan program penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada seluruh jaringan kereta diesel di Indonesia. Implementasi penuh dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026, sejalan dengan target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi produsen biodiesel domestik serta mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di sektor transportasi.