Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | KPK pada hari ini mengungkap fakta bahwa sejumlah individu tak dikenal menjemput Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, tepat saat operasi tangkap tangan (OTT) dilaksanakan.
Tim investigasi menegaskan bahwa kehadiran pihak luar tersebut belum dapat dipastikan memiliki motif tertentu, namun hal itu menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya upaya mengintervensi proses penegakan hukum.
Operasi OTT ini merupakan bagian dari penyelidikan KPK terhadap dugaan penyalahgunaan dana daerah di Kabupaten Kuantan Singingi. Penyidikan mencakup sejumlah proyek infrastruktur dan alokasi anggaran yang diduga tidak transparan.
- Target utama OTT adalah pejabat daerah dan oknum yang diduga menerima suap dalam proses pengadaan proyek.
- Selama penangkapan, tim KPK menemukan dokumen yang menunjukkan adanya alur dana mencurigakan.
- Pihak bupati belum memberikan pernyataan resmi terkait penjemputan tersebut.
KPK berjanji akan menelusuri identitas pihak yang menjemput bupati, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan data telepon. Jika terbukti ada upaya menghalangi proses hukum, tindakan hukum akan dikenakan.
Kasus ini menambah sorotan publik terhadap integritas pejabat daerah di Sumatera Barat, terutama menjelang pemilihan kepala daerah mendatang. Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan tanpa intervensi.