Setapak Langkah – 01 Juli 2026 | Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi tercatat melemah sebesar 37 poin atau sekitar 0,21 persen, menembus level Rp17.944 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan ini menandai penurunan dari kurs sebelumnya yang berada di kisaran Rp17.907 per dolar pada hari Selasa.
Penurunan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Penguatan dolar AS akibat kebijakan moneter Federal Reserve yang masih restriktif.
- Sentimen risiko global yang meningkat, memicu aliran modal kembali ke aset aman seperti dolar.
- Penurunan harga komoditas utama Indonesia yang menurunkan arus masuk devisa.
- Ekspektasi inflasi domestik yang tetap tinggi, menekan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
Berikut rangkuman pergerakan kurs rupiah dalam 48 jam terakhir:
| Waktu | Kurs (Rp/USD) |
|---|---|
| Selasa (sebelumnya) | 17.907 |
| Rabu (pagi) | 17.944 |
Bank Indonesia diperkirakan akan meninjau kembali kebijakan suku bunga serta intervensi pasar guna menstabilkan nilai tukar, sementara pelaku pasar diminta untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin berlanjut.
Para analis menyarankan agar investor memperhatikan kebijakan moneter global dan data ekonomi domestik sebagai acuan utama dalam mengelola risiko nilai tukar ke depan.