Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) Britania Raya mengumumkan rencana penggantian enam kapal perusak klasik dengan enam unit kapal perang generasi baru yang disebut “Common Combat Vessels” (CCV). Kapal-kapal ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan sistem drone tak berawak, menjadikannya platform hibrida yang dapat mengendalikan operasi udara tak berawak sekaligus mempertahankan kemampuan tembak tradisional.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya modernisasi pertahanan laut Inggris yang diperkirakan memakan biaya sekitar £6 miliar selama dekade berikutnya. Anggaran tersebut mencakup pembangunan hull, sistem sensor canggih, serta modul kontrol drone yang dapat beroperasi dalam spektrum elektromagnetik yang luas.
Berikut adalah beberapa fitur utama yang direncanakan untuk CCV:
- Modular drone bays: ruang khusus yang dapat menampung hingga tiga jenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) untuk surveilans, serangan, atau logistik.
- Sistem sensor terintegrasi: radar AESA, lidar, dan sonar pasif yang terhubung langsung ke pusat komando kapal.
- Senjata kaliber 5 inci dan sistem pertahanan CIWS untuk melindungi diri dalam pertempuran konvensional.
- Komunikasi jaringan berbasis AI: memungkinkan koordinasi real‑time antara kapal, drone, dan unit darat.
Keputusan ini dipicu oleh perubahan pola ancaman laut, di mana penggunaan drone semakin mendominasi operasi intelijen dan serangan presisi. Dengan kemampuan mengendalikan drone dari jarak jauh, CCV dapat menegakkan zona kontrol laut tanpa harus mendekati target secara langsung, sehingga mengurangi risiko bagi awak kapal.
Jadwal pembangunan diperkirakan dimulai pada tahun 2025, dengan penyerahan kapal pertama dijadwalkan pada akhir 2030. Selama fase pengujian, Royal Navy berencana melakukan latihan bersama NATO untuk mengevaluasi interoperabilitas drone antar negara anggota.
Penggantian kapal perusak lama ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas tempur, tetapi juga membuka peluang bagi industri pertahanan domestik Inggris, termasuk perusahaan pembuat drone dan sistem komando‑kendali, untuk memperluas pasar ekspor mereka.