Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi terjadinya krisis air bersih di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipicu oleh kondisi kemarau berkepanjangan. Sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) di beberapa kecamatan dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh pasokan air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini memperparah situasi rumah tangga yang sudah rentan, terutama di daerah pedesaan dengan infrastruktur air yang terbatas. Tanpa akses air bersih, risiko kesehatan meningkat, termasuk potensi penyebaran penyakit terkait sanitasi.
Berikut rangkuman data dampak yang dilaporkan:
| Kepala Keluarga Terdampak | Wilayah | Tindakan BNPB |
|---|---|---|
| 450 | Kecamatan Sumbawa | Penyediaan truk tangki air |
| 380 | Kecamatan Lombok Utara | Pemasangan sumur darurat |
| 299 | Kecamatan Dompu | Distribusi paket bantuan air bersih |
Untuk mengatasi krisis, BNPB bersama pemerintah daerah dan lembaga bantuan melakukan beberapa langkah konkret:
- Mengirim truk tangki air ke titik-titik terdampak dengan jadwal harian.
- Menggali dan memperbaiki sumur-sumur yang masih dapat dipakai.
- Memberikan paket bantuan yang berisi air minum kemasan dan peralatan sanitasi dasar.
- Menggalakkan program hemat air dan edukasi penggunaan air secara efisien kepada masyarakat.
- Menjalin koordinasi dengan organisasi non‑pemerintah untuk penyaluran bantuan tambahan.
Pemerintah provinsi NTB juga berencana mempercepat pembangunan jaringan pipa air bersih jangka panjang, termasuk pendirian instalasi pengolahan air (IPA) baru di wilayah yang paling terdampak. Sementara itu, warga diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah dalam penggunaan air secara bertanggung jawab demi mengurangi beban pada sumber daya air yang terbatas.