Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Setelah menyiapkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat kembali menargetkan ajang megah FIFA selanjutnya pada tahun 2038. Pemerintah dan federasi sepak bola Amerika (U.S. Soccer) telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengajukan kembali hak penyelenggaraan, dengan menekankan infrastruktur yang telah dibangun serta potensi pertumbuhan pasar sepak bola di negara tersebut.
Beberapa faktor utama yang dijadikan argumen meliputi:
- Ketersediaan stadion berstandar FIFA di lebih dari dua puluh kota besar, termasuk fasilitas yang telah diuji pada Piala Dunia 2026.
- Jaringan transportasi modern, seperti bandara internasional dan jaringan kereta cepat, yang dapat mengurangi waktu tempuh antar kota tuan rumah.
- Pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan turnamen internasional, seperti Olimpiade 2028 dan Copa América 2024.
Namun, proses seleksi FIFA tidak mudah. Negara‑negara lain seperti Inggris, Australia, dan Kanada juga diperkirakan akan mengajukan tawaran. FIFA menilai penawaran berdasarkan kriteria teknis, komitmen keberlanjutan, serta dampak ekonomi dan sosial.
| Kriteria | Bobot | Penilaian AS |
|---|---|---|
| Infrastruktur Stadion | 30% | 90 |
| Transportasi & Aksesibilitas | 25% | 85 |
| Keberlanjutan Lingkungan | 20% | 80 |
| Dukungan Pemerintah | 15% | 95 |
| Potensi Pasar & Komersial | 10% | 88 |
Jika terpilih, Piala Dunia 2038 diproyeksikan dapat menambah pendapatan negara hingga ratusan miliar dolar, sekaligus meningkatkan partisipasi sepak bola di kalangan pemuda Amerika. Pemerintah berencana mengintegrasikan program pengembangan bakat dan inisiatif hijau untuk memastikan warisan positif jangka panjang.
Pengajuan resmi diperkirakan akan diajukan pada akhir 2024, dengan proses evaluasi FIFA dijadwalkan selesai pada pertengahan 2026. Sementara itu, AS terus memperkuat aliansi internasional dan melibatkan sponsor global untuk menambah kredibilitas tawaran mereka.