Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menargetkan pengembangan kawasan strategis di wilayah timur Kalimantan. Pada pekan ini, dua wilayah di Kalimantan Timur—Kawasan Kerang di Kabupaten Paser dan Maloy di Kabupaten Kutai Timur—resmi dimasukkan ke dalam daftar prioritas program transmigrasi.
Penetapan tersebut didasarkan pada beberapa faktor kunci, antara lain ketersediaan lahan pertanian yang luas, potensi sumber daya alam, serta progres pembangunan infrastruktur jalan dan jaringan listrik. Dengan fokus pada daerah yang belum sepenuhnya teroptimalkan, pemerintah berharap dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mengurangi tekanan migrasi ke kota‑kota besar.
Berikut ini rangkuman alasan utama mengapa kedua kawasan dipilih:
- Luas lahan subur yang dapat dioptimalkan untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan.
- Ketersediaan infrastruktur dasar, termasuk jalan provinsi yang baru dibangun serta jaringan listrik yang sudah terhubung.
- Potensi sumber daya alam, seperti hasil hutan, mineral, dan perikanan laut yang masih relatif belum tergarap maksimal.
- Kebutuhan penataan wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan menurunkan angka kemiskinan.
Data singkat mengenai kedua kawasan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kawasan | Luas (km²) | Populasi (2023) |
|---|---|---|
| Kerang (Kab. Paser) | 1.200 | 120.000 |
| Maloy (Kab. Kutai Timur) | 900 | 95.000 |
Implementasi program transmigrasi di Kerang dan Maloy akan melibatkan pembentukan sentra-sentra pemukiman baru, penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk lokal. Pemerintah juga menargetkan penyediaan lahan seluas 10.000 hektar untuk pertanian intensif dan 5.000 hektar untuk perkebunan komoditas strategis dalam lima tahun ke depan.
Selain manfaat ekonomi, program ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas sosial dengan memberikan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan akses layanan publik. Dengan demikian, kawasan Kerang dan Maloy bukan hanya menjadi titik fokus pembangunan wilayah, melainkan juga contoh konkret upaya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.