Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada pameran internasional pINNOPROM 2026 menjadi titik tolak penting untuk memperluas jangkauan pasar produk industri ke kawasan Eurasia.
INNOPROM, yang diselenggarakan setiap lima tahun di Rusia, menarik ribuan perusahaan dan delegasi dari lebih seratus negara. Dengan menampilkan inovasi, teknologi manufaktur, serta solusi digital, acara tersebut menjadi ajang utama bagi pelaku industri untuk menjalin jaringan, menemukan mitra dagang, dan menilai tren pasar global.
- Memperkenalkan teknologi manufaktur terkini yang dikembangkan oleh perusahaan dalam negeri.
- Menggali potensi kerja sama joint‑venture dengan perusahaan asing.
- Menjalin kontak langsung dengan pembeli dan distributor di pasar Eurasia.
- Mengakses pendanaan dan program inkubator yang disediakan oleh pemerintah Rusia.
Dalam rangka memaksimalkan manfaat INNOPROM, Kemenperin telah menyiapkan serangkaian program pendampingan, termasuk pelatihan standar internasional, sertifikasi produk, serta dukungan logistik bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berpartisipasi.
Para ahli industri menilai bahwa strategi ini selaras dengan kebijakan “Made in Indonesia” yang menekankan peningkatan daya saing global. Jika berhasil, ekspansi ke pasar Eurasia dapat meningkatkan volume ekspor industri Indonesia hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Dengan optimisme tersebut, Kemenperin mengajak seluruh pemangku kepentingan—dari produsen, asosiasi bisnis, hingga lembaga keuangan—untuk berpartisipasi aktif dalam INNOPROM 2026, menjadikan momen tersebut sebagai katalisator pertumbuhan industri nasional.